Sumatera Barat .5 Desember 2025 -Gelombang bencana alam yang melanda Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara pada penghujung tahun ini menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Banjir bandang, longsor, dan hujan ekstrem yang hadir tanpa jeda merusak rumah-rumah warga, memutus akses jalan, serta memporak-porandakan aktivitas sosial dan ekonomi. Di tengah duka kolektif tersebut, solidaritas menjadi kekuatan terbesar yang menjaga harapan tetap hidup.
Dalam upaya mempercepat pemulihan warga terdampak, Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan bersama Yayasan Kemala Bhayangkari turun langsung ke wilayah Sandiang Baka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, salah satu titik kerusakan terparah. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan Pokok ,logistik penunjang untuk para pengungsi .
Founder Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan, Antonio Mursil, mengungkapkan duka dan keprihatinan mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat di tiga provinsi tersebut. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa para korban bukan hanya kehilangan harta benda, namun juga memerlukan dukungan moral untuk bangkit kembali.
“Saya sangat prihatin dan merasakan duka yang dalam atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Semoga Sumatra, terutama Sumatera Barat yang terdampak parah, dapat kembali pulih secepat mungkin. Kami berkomitmen terus hadir membantu,” ujar Antonio Mursil.
Kehadiran yayasan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari jajaran kepolisian. Kapolres Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah, menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan aparat menjadi kunci penting dalam penanganan bencana. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah cepat kedua yayasan dalam menyalurkan bantuan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Yayasan Mursil Sinergi Kehidupan dan Yayasan Kemala Bhayangkari yang turun langsung membantu masyarakat. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang sedang berjuang memulihkan diri. Kepolisian akan terus melakukan pengamanan, pendampingan, dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar,” ujar AKBP Willian Harbensyah.
Masyarakat di Sandiang Baka menyambut bantuan tersebut dengan haru. Kehadiran lembaga sosial dan aparat menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian. Di tengah puing-puing bencana, solidaritas menjadi cahaya yang menuntun Sumatra untuk kembali bangkit.















