JAKARTA – Pameran teknologi dalam konferensi internasional bukan hal baru. Namun, apa jadinya jika Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tampil beda di ajang sekelas ICI 2025? Jawabannya ada di booth interaktif ATR/BPN yang dipantau langsung oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan.
Dalam kunjungannya ke booth ATR/BPN pada hari pertama International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, Rabu (11/6/2025), Ossy Dermawan menegaskan bahwa kehadiran ATR/BPN dalam forum ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk nyata keterlibatan kementerian dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang cerdas dan berkelanjutan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ATR/BPN siap menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam mendukung percepatan investasi dan pembangunan nasional melalui teknologi mutakhir,” tegas Ossy.
Yang menarik perhatian para pengunjung, termasuk delegasi dari 33 negara, adalah pameran teknologi tinggi yang digunakan ATR/BPN dalam proses pemetaan, pengukuran lahan, dan tata kelola ruang. Beberapa perangkat yang dipamerkan antara lain:
- Pesawat Udara Nir Awak (Drone PUNA)
- Global Navigation Satellite System (GNSS) atau GPS Geodetik
- 3D Laser Scanner
- Total Station digital
Teknologi ini memungkinkan percepatan digitalisasi pertanahan, pengelolaan data geospasial, serta pemetaan lahan dengan presisi tinggi — hal yang sangat penting dalam proyek-proyek infrastruktur berskala besar.
Tidak berhenti pada pajangan alat, booth ATR/BPN juga menjadi pusat edukasi interaktif. Warga, pelaku industri, maupun pejabat daerah bisa langsung berkonsultasi seputar kebijakan pertanahan, zonasi, dan sistem tata ruang. Wamen Ossy menekankan bahwa fungsi ini sangat vital untuk membangun pemahaman lintas sektor terhadap peran ATR/BPN dalam mendukung investasi dan pembangunan.
“Ini bukan sekadar stan pameran. Ini adalah panggung untuk menunjukkan bagaimana kami bekerja dan berinovasi dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berbasis data,” katanya.
Kehadiran ATR/BPN dalam ICI 2025 sekaligus menjadi bukti bahwa kementerian ini memainkan peran strategis dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Dengan pendekatan berbasis data spasial, kepastian hukum lahan, serta perencanaan ruang yang terintegrasi, ATR/BPN siap menjadi pilar penting dalam proyek-proyek infrastruktur nasional.
“Kami ingin menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan global, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan iklim investasi yang sehat,” tutup Ossy Dermawan. (Ad/d09)














