Gorontalo — “Siapa menabur benih, akan menuai hasil yang melimpah.” Peribahasa tersebut benar-benar cocok menggambarkan pengalaman Maryam Inengo (51), warga Kecamatan Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo. Selama empat tahun terakhir, ia mencoba mengeksplorasi manfaat menabung dan berinvestasi emas di Pegadaian. Hasil yang dicapai pun tidaklah main-main. Maryam yang baru saja pensiun dari tugas sebagai ASN di tahun 2024 itu, akhirnya, di tahun yang sama menuai hasil melalui investasinya.
Seperti yang banyak terjadi di seluruh dunia, pandemi COVID-19 yang melanda pada tahun 2019 meninggalkan dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia investasi. Masa penyebaran virus ini membuat pasar keuangan mengalami ketidakpastian yang luar biasa. Namun, Maryam tetap memberanikan diri memilih untuk menginvestasikan emas sebagai langkah yang aman dan menjanjikan.
Pada tahun 2020, ketika harga emas masih berkisar antara Rp 840-900 ribuan per gram, Maryam memutuskan untuk menginvestasikan 15 gram emas. Pilihan ini didorong oleh keyakinan bahwa investasi emas adalah salah satu bentuk investasi yang aman dan memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. Dalam tahun-tahun berikutnya, ia semakin yakin dan memilih untuk menambah investasi sebanyak 15 gram lagi, menjadikan total investasi emasnya sebesar 30 gram.
“Ketika saya memutuskan untuk menyimpan emas saya di Pegadaian, saya tidak hanya melihat keamanan investasi ini, tetapi juga potensi pertumbuhannya,” ungkap Maryam kepada Dailypost.id, Selasa (16/04/2024).
Namun memasuki 2022, harga emas terus merangkak naik hingga melampaui angka Rp 1 juta per gram. Bahkan, di penghujung tahun 2023 hingga beberapa bulan tahun ini harga emas mencapai puncaknya di Rp 1,3 juta per gram.
“Keputusan saya ini terbukti tidak sia-sia. Profit yang dihasilkan dari investasi 30 gram emas dengan nilai sekitar Rp 26 juta pada empat tahun yang lalu, kini mendekati angka Rp 40 juta,” ungkap Maryam dengan rasa bangga.
Kepala Pegadaian Cabang Limboto, Firmansyah Mooduto, pun tidak melewatkan pengalaman sukses Maryam dalam berinvestasi emas di Pegadaian.
“Pegadaian sangat bangga dapat menjadi mitra yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat seperti Maryam. Pengalaman Maryam menjadi inspirasi bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik dan solusi investasi yang aman bagi masyarakat,” tuturnya.
Firmansyah menjelaskan bahwa investasi emas di Pegadaian memberikan keuntungan ganda bagi nasabah. Selain sebagai sarana melindungi nilai kekayaan dari inflasi, nilai emas yang cenderung naik juga memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi.
“Kami senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan memberikan kepastian bagi nasabah dalam berinvestasi emas di Pegadaian,” tambahnya.
Selain itu, Firmansyah juga menggarisbawahi keamanan dan keandalan Pegadaian dalam menjaga emas yang disimpan. Sistem keamanan yang ketat dan profesionalisme staf adalah prioritas utama Pegadaian untuk memastikan bahwa emas nasabah tetap aman dan tersedia ketika dibutuhkan.
Firmansyah berharap pengalaman sukses Maryam dapat menginspirasi masyarakat Gorontalo untuk memanfaatkan peluang investasi emas di Pegadaian.
“Investasi emas adalah pilihan yang cerdas untuk melindungi kekayaan dan meraih pertumbuhan nilai yang berkelanjutan. Pegadaian siap menjadi mitra terpercaya bagi mereka yang ingin berinvestasi emas dengan aman dan menguntungkan,” tutup Firmansyah dengan penuh keyakinan.
Dengan pengalaman sukses Maryam dan komitmen Pegadaian, masyarakat Gorontalo dapat memiliki keyakinan bahwa investasi emas di Pegadaian adalah langkah bijak yang memberikan manfaat jangka panjang untuk melindungi kekayaan dan memperoleh pertumbuhan nilai yang berkelanjutan.
Sejak tahun 2021, PT Bank BRI (Persero) telah mengambil alih kendali saham Perum Pegadaian. Meskipun Pegadaian telah berubah status menjadi anak usaha dari Bank BRI, lembaga ini tetap berkomitmen untuk menjalankan misi pemerintah dalam memajukan perekonomian masyarakat Indonesia.
(Vita Pakai)















