Gorontalo — Dalam rangka menampung aspirasi dan keluhan dari instansi kesehatan, DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan reses ke Rumah Sakit (RS) Ainun Habibie, Senin (18/11/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan secara langsung permasalahan yang dihadapi oleh pihak rumah sakit, khususnya terkait dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Keperawatan RS Ainun Habibie, Fandi Palealu, menyampaikan permohonan terkait dengan kebutuhan pegawai melalui Program Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia berharap, rumah sakit tersebut dapat memperoleh alokasi untuk pengembangan SDM, khususnya untuk mendukung kebutuhan tenaga kesehatan yang semakin meningkat.
“Kami mohon bantuan untuk alokasi PPPK kesehatan agar bisa memperkuat SDM di rumah sakit ini,” ujar Kabid Keperawatan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hais Ayuwa, menegaskan pentingnya diskusi lebih lanjut terkait pengangkatan pegawai dan alokasi PPPK.
“Memang saat ini tidak ada pengangkatan honorer, tetapi kita menyadari bahwa RS Ainun Habibie sangat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan. PPPK menjadi solusi, meski persyaratannya harus berasal dari tenaga honorer yang sudah ada. Oleh karena itu, kami akan membahas hal ini dengan Badan Kepegawaian Daerah untuk mempertimbangkan. Apakah rumah sakit membutuhkan penambahan pegawai atau kebutuhan pelatihan,” jelas Hais Ayuwa.
Dengan semakin berkembangnya kebutuhan layanan kesehatan di Gorontalo, terutama di RS Ainun Habibie, DPRD Provinsi Gorontalo berharap dapat mendorong penyelesaian masalah terkait pengembangan SDM yang tidak hanya mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap optimal.
(d09)














