– Kabar mengejutkan datang dari platform media sosial Twitter. Logo ikonik berupa burung biru yang sudah dikenal selama bertahun-tahun kini telah resmi digantikan oleh huruf “X”. Perubahan ini menandakan bahwa Twitter sebagai merek yang legendaris, hampir dapat dipastikan akan segera berakhir riwayatnya.
Dikutip dari CNBC, langkah berani ini merupakan inisiatif dari Elon Musk, yang tampaknya ingin mengubah Twitter menjadi sesuatu yang benar-benar unik dan miliknya sendiri. Visi Musk untuk “X” mirip dengan aplikasi super populer WeChat, yang tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk hiburan, belanja online, serta berbagai layanan lainnya.
Namun, membunuh sebuah merek ikonik di dunia internet tentu memiliki risiko besar. “Musk dengan tegas menghapus sebuah nama merek yang sudah ada selama lebih dari 15 tahun dan sudah menjadi bagian dari budaya,” kata Mike Proulx, analis di Forrester.
Elon Musk telah mengubah nama perusahaan Twitter menjadi X Corp, sebagai anak perusahaan dari X Holding Corp. Selain itu, situs X.com juga sudah mengarah ke Twitter. Musk sebelumnya mengatakan bahwa dia melihat kesepakatan senilai USD 44 miliar untuk akuisisi Twitter sebagai langkah percepatan untuk mewujudkan aplikasi “X” yang merupakan solusi segala-galanya.
Tampaknya, Musk berencana untuk sepenuhnya menggantikan Twitter dengan “X”. Pada akhir pekan lalu, dia memperkenalkan logo “X” yang baru dan mengumumkan dalam sebuah tweet bahwa “segera kita akan mengucapkan selamat tinggal pada merek Twitter dan, secara bertahap, semua burung”.
Namun, niat Musk untuk mengubah “X” menjadi aplikasi super membutuhkan waktu, dana, dan sumber daya manusia yang tidak lagi dimiliki Twitter karena telah melakukan banyak pemutusan hubungan kerja. Pada awal bulan ini, Musk mengungkapkan bahwa Twitter mengalami penurunan pendapatan iklan hingga 50% dan perlu mencapai arus kas yang positif.
Analis dari Insider Intelligence, Jasmine Enberg, menilai perubahan nama Twitter adalah hari yang suram bagi banyak pengguna dan pengiklan Twitter. “Ini merupakan tanda bahwa Twitter yang kita kenal selama 17 tahun telah lenyap dan tidak akan kembali,” ungkapnya.
“Pengubahan merek Twitter juga menjadi pengingat bahwa Elon Musk, bukan Threads atau aplikasi lain, adalah dan selalu menjadi sosok yang paling mungkin mengubah wajah Twitter,” tulis Enberg.
Perubahan ini menjadi topik hangat dalam industri media sosial dan menjadi sorotan banyak pengguna di seluruh dunia. Bagaimana masa depan “X” dan apakah Twitter benar-benar akan menghilang dari peredaran, tetap menjadi pertanyaan besar yang menarik untuk diikuti.















