– Sejak 17 Juli 2022 kemarin, cuaca beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Sulawsi Utara dan sekitarnya menjadi lebih dingin dari biasanya. Kabar heboh mengenai fenomena aphelionpun ramai dibagikan di media sosial.
Beberapa informasi menyebut bahwa fenomena aphelion akan terjadi sepanjang Juli-Agustus 2022 ini.
Faktanya, dari beberapa sumber terpercaya, disebutkan bahwa fenomena Aphelion memang merupakan kondisi di mana Bumi punya jarak paling jauh dari Matahari. Namun fenomena Aphelion tidak berpengaruh pada penurunan suhu bumi.
“Bumi mencapai jarak terjauhnya dari Matahari pada 4 Juli 2022 dengan jarak 152.098.455 Km. Sejak 1800, terjadinya fenomena Aphelion dalam 200 tahun terakhir selalu berlangsung pada Juli,” kata Peneliti Pusat Riset Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangeran, dilansir dari inews.id.
Lewar keterangan resmi LAPAN, Senin (24/1/2022), Andi menjelaskan bahwa cuaca dingin disebabkan oleh faktor klimatologis atau iklim.
Hal seperti itu dikatakan Staf forecaster (prakirawan) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Yogi Muhammad Andariwan.
Ia mengatakan, penyebab utama cuaca dingin saat ini dipengaruhi oleh curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara.
“Kondisi cuaca yang dingin semalam dan hari ini utamanya dipengaruhi oleh kejadian hujan lebat kemarin pada siang hingga sore hari yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara,” jelas Prakirawan Yogi dikutip dari BeritaManado.com, Senin (18/7/2022). ***














