Gorontalo Utara – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, meresmikan bantuan revitalisasi SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Sudarman Samad. Peresmian ditandai dengan peninjauan langsung hasil revitalisasi di dua satuan pendidikan tersebut.
Revitalisasi SMK Negeri 4 Gorontalo Utara meliputi rehabilitasi pengecatan dua ruang kelas belajar dan satu laboratorium komputer. Selain itu, pemerintah juga membangun ruang bimbingan konseling, ruang OSIS, ruang praktik Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta melakukan pengadaan perabot sekolah guna menunjang proses belajar mengajar.
Sementara itu, revitalisasi SLB Gorontalo Utara mencakup pembangunan satu ruang kelas baru dan toilet sekolah. Pemerintah juga merehabilitasi sembilan ruang kelas, ruang administrasi, ruang keterampilan, aula, serta fasilitas toilet dengan total anggaran mencapai Rp1,55 miliar.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf menyampaikan sejumlah kebutuhan lanjutan untuk mendukung optimalisasi layanan pendidikan. Ia berharap adanya bantuan bus sekolah, khususnya untuk SMK Negeri 4 Gorontalo Utara yang masih kekurangan peserta didik, serta pembangunan asrama bagi siswa di kedua sekolah tersebut.
“Harapan saya, dengan bangunan ini bisa menambah jumlah peserta didik di Gorontalo Utara. Jika ada anggaran tambahan, mohon ditambah dengan bus sekolah agar semua anak bisa bersekolah di tempat ini. Kalau bisa juga ditambah dengan asrama,” ujar Nurjanah.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan.
“Saya meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo segera menyusun laporan pelaksanaan kegiatan ini secara lengkap, disertai dokumentasi foto dan video, untuk disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Gusnar.
Ia menjelaskan, laporan tersebut akan menjadi dasar pengusulan pembangunan asrama SLB Gorontalo Utara serta pengadaan bus sekolah SMK Negeri 4 Gorontalo Utara. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan terpenuhinya hak pendidikan seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, sekaligus mewujudkan pemerataan dan keadilan layanan pendidikan di Provinsi Gorontalo.















