, Gorut- Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik Djibran meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya pihak Pemerintah Desa (Pemdes) serta Kesbangpol Gorut untuk mewaspadai gejolak atau konflik yang terjadi pasca pemilihan kepala desa serentak.
“Jadi tadi selama rakor, yang dibahas hanya persoalan yang terjadi sebelum pencoblosan, sementara tidak di singgung soal setelah pelaksanaan pencoblosan. Padahal yang banyak masalah itu justru pasca setelah pemilihan,” kata Hamzah Sidik, saat Rakor jelang Pilkades serentak yang digelar di Ruang Tinepo, Kantor Bupati Gorut, Jum’at (1/7/2022).
Hamzah juga menambahkan, belajar dari pengalaman Pilkades sebelumnya, persoalan yang terjadi pada pemilihan kepala desa serentak 6 tahun silam itu tentang persoalan coblos tembus surat suara.
“Konflik pasca pencoblosan juga harus dibahas secara matang, dan ini harus diantisipasi oleh PPK kecamatan dan Kabupaten,” tegasnya.
Ketua DPD II Golkar Gorut ini juga berharap, seluruh desa yang berpotensi terjadi konflik, untuk dapat di awasi secara ketat baik sebelum pelaksanaan pemilihan hingga pasca pencoblosan.
“Desa rawan konflik harus dipetakan, ini harus dilakukan, untuk meminimalisir terjadinya konflik di lapangan,” tandas Hamzah. (Adv)














