Jakarta — Pada perdagangan pekan ini, harga emas memiliki potensi untuk melemah, dipicu oleh dua faktor utama: sentimen dari China yang tidak menambah kepemilikan emasnya untuk pertama kali dalam 18 bulan, dan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan kekuatan lebih dari perkiraan.
Menurut survei mingguan Kitco, mayoritas analis memprediksi penekanan terhadap harga emas. Dari 18 analis yang berpartisipasi dalam survei tersebut, hanya dua analis, yang mewakili 11 persen, memperkirakan harga emas dunia akan mengalami kenaikan pekan ini. Sementara itu, 11 analis memprediksi penurunan harga emas, dan lima analis lainnya melihat harga emas akan stagnan.
Hasil polling Kitco terhadap 184 responden juga menunjukkan kecenderungan serupa. Sebanyak 58 persen dari responden, atau 107 pemilih, memperkirakan bahwa harga emas akan menguat. Namun, 18 persen, atau 33 responden, memprediksi penurunan harga emas, sementara 44 responden lainnya memperkirakan bahwa harga emas akan stagnan.
Menurut Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, dua faktor utama telah mendorong harga emas menuju posisi terendah dalam satu bulan menjelang akhir pekan lalu. Pertama, meskipun cadangan devisa China mengalami kenaikan, namun China tidak menambah kepemilikan emasnya untuk pertama kali dalam 18 bulan. Kedua, lonjakan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS sebagai respons terhadap data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari yang diharapkan.
Chandler juga menambahkan bahwa di pasar spot, harga emas berhasil menembus level USD 2.300 dan mendekati posisi terendah pada bulan Mei 2024 di dekat USD 2.277. “Jika harga emas berhasil menembus posisi USD 2.270, kemungkinan besar akan terjadi penurunan lebih lanjut menuju USD 2.220,” ujarnya.
Dengan demikian, situasi pasar menunjukkan bahwa harga emas memiliki kecenderungan untuk melemah dalam beberapa waktu ke depan, terutama dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti sentimen China dan data ekonomi AS. Hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi para investor dalam membuat keputusan investasi terkait dengan logam mulia ini.














