Limboto- Ivana Abdurrahman, wanita yang mengaku menjadi korban skandal yang melibatkan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, mengekspresikan kekecewaannya terhadap penanganan kasusnya di Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo pada hari Senin, (29/01/2024). Ivana, yang sebelumnya telah melaporkan kasus ini pada tahun 2022, menyambangi kantor legislatif tersebut untuk melihat perkembangan penanganan kasusnya.
Kedatangan Ivana di Kantor DPRD Gorontalo disambut oleh Ketua DPRD Sam T. Ase. Namun, pertemuan tersebut hanya berlangsung beberapa saat, dan Ivana meninggalkan ruang kerja Ketua DPRD dengan wajah penuh kekecewaan.
Dilansir dari sejumlah media, Ivana Abdurrahman menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap penanganan kasus yang diadukannya. Ia mengungkapkan bahwa kehadirannya hari ini adalah atas undangan langsung Ketua DPRD Sam T. Ase, yang mengatakan bahwa tujuh fraksi sudah siap menunggu. Ivana juga memperdengarkan rekaman percakapan antara dirinya dan Ketua DPRD Sam T. Ase.
Di sisi lain, Ketua Fraksi Golkar, Iskandar Mangopa, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan antara fraksi-fraksi atau sesama anggota DPRD terkait penandatanganan pansus untuk Ivana Abdurrahman. Iskandar mengungkapkan bahwa pertemuan antara Ketua DPRD dan Ivana tidak diketahui oleh anggota DPRD lainnya karena tidak ada surat undangan resmi.
Iskandar Mangopa meminta agar Ketua DPRD Sam T. Ase serius menindaklanjuti pansus terkait Ivana Abdurrahman dengan melibatkan seluruh anggota DPRD, bukan hanya Ketua DPRD. Ia juga mengingatkan agar tidak ada politisasi terhadap kasus Ivana, serta mengkritik kehadiran Ivana di Kantor DPRD, menyarankan agar masalah ini tidak digunakan sebagai komoditas politik.
“Jangan karena ambisi untuk memperjuangkan dan memenangkan salah seorang calon Legislatif, kemudian kita menggunakan politisasi dengan menghadirkan salah seorang yang sampai hari ini belum selesai masalahnya di DPRD Kabupaten Gorontalo,” ujarnya.
“Jangan kecewakan seseorang. Ivana datang memenuhi undangan, namun ketika datang, semua cuci tangan,” papar Iskandar Mangopa, menambahkan bahwa penanganan kasus Ivana sejak awal tidak diseriusi dan bahkan anggota DPRD terlihat menarik diri dari permasalahan ini.
(Fit/**)














