, Semarang – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya percepatan layanan pertanahan tanpa penundaan saat meninjau Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Semarang, Sabtu (18/04/2026).
Penegasan ini disampaikan menyusul tingginya volume permohonan layanan pertanahan yang berpotensi menimbulkan penumpukan berkas.
“Di tengah volume layanan yang makin tinggi, ekspektasi masyarakat juga meningkat. Kita dituntut bekerja cepat dengan tingkat keakuratan yang tinggi,” ujar Ossy Dermawan.
Ia menyebutkan, permohonan layanan pertanahan di Provinsi Jawa Tengah saat ini tergolong tinggi, sehingga diperlukan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya penumpukan berkas.
“Siapkan mitigasi, jangan sampai kewalahan. Jangan tunda-tunda, selesaikan sekarang supaya di akhir tahun tidak ada lagi tunggakan,” tegasnya.
Menurutnya, percepatan layanan akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian ATR/BPN.
Selain itu, ia juga mendorong jajaran Kantah untuk menghadirkan inovasi guna mempermudah layanan serta mempercepat proses bisnis pertanahan.
“Perlu dukungan informasi terkait hal-hal yang harus dibenahi agar kebijakan yang diambil selaras dengan kondisi di daerah,” katanya.
Ossy juga menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum guna memastikan pelayanan pertanahan berjalan optimal, akuntabel, dan minim hambatan.














