Gorontalo — Sebuah kisah inspiratif berasal dari seorang agen BRILink yang membawa harapan dan kemudahan bagi masyarakat Desa Tinelo, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Yakni Muhamad Riski Buku, laki-laki berusia 26 tahun itu memilih jalan suksesnya menjadi pengusaha toko kelontong dan Agen BRILink sekaligus.
Berbeda dengan toko kelontong lainnya di persimpangan jalan, para pengunjung ke toko milik Riski ternyata tidak hanya untuk berbelanja, tetapi sebagian dari mereka datang untuk melakukan transaksi keuangan. Ada yang melakukan tarik tunai, transfer sesama ataupun antar bank hingga pembayaran cicilan KUR, payment, Briva dan setor pinjaman lainnya. Toko kelontong Riski sudah layaknya seperti mesin anjungan tunai (ATM).
“Sejak dua tahun lalu, saya memang merangkap sebagai agen BRILink,” kata Riski saat dijumpai Dailypost.id, Kamis (07/03/2024).
Pemuda lulusan Universitas Gorontalo itu mengaku melayani sekitar 150 transaksi tarik tunai setiap harinya. Dengan omset rata-rata mencapai 13 juta rupiah per bulan, layanan BRILink yang disediakan olehnya telah menjadi andalan bagi masyarakat setempat.
“Intinya saya berusaha memberikan kemudahan bagi warga untuk mengakses layanan keuangan,” tambahnya.
Menariknya, perjalanan Riski tidaklah mudah. Toko kelontong miliknya ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 2000-an, namun dikelola oleh orang tuanya sebagai konter pulsa. Riski pun mengaku terinspirasi dari sang kakak yang sukses sebagai agen BRILink, hingga akhirnya Ia memutuskan untuk mengikuti jejak tersebut. Kini, ia telah menjadi agen BRILink yang dikenal luas oleh masyarakat setempat.
“Selain itu mungkin karena lokasinya yang strategis dan banyak juga warga yang bertanya apakah toko saya menyediakan jasa transfer dan lain-lain, sehingga itu menambah motivasi saya untuk menjadi Agen BRILink,” ungkap Riski.
Tidak hanya menjadi tempat transaksi keuangan, layanan BRILink yang disediakan di toko milik Riski juga memberikan manfaat lain. Selama menjadi Agen BRILink, Riski telah memberikan kemudahan bagi masyarakat penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengakses bantuan yang mereka butuhkan baik dalam bentuk sembako maupun uang tunai.
Selain itu, perusahaan modal pinjaman seperti PNM juga mempercayakan BRIlink yang dikelola Riski untuk menangani penarikan dan penyetoran dana mereka, bahkan saat hari libur, transaksi bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah. Ini menjadi bukti bahwa layanan BRILink telah mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara efektif.
Tak hanya itu, sebagian besar masyarakat, terutama para pedagang ikan dan pengusaha besi tua di wilayah itu, lebih memilih menggunakan layanan BRILink daripada mengantre di bank. Meskipun dikenakan biaya admin, kemudahan yang ditawarkan oleh BRILink membuat mereka merasa lebih nyaman dan efisien.
“Masyarakat mengaku lebih memilih menggunakan layanan BRILink meskipun harus membayar biaya admin karena lebih praktis dan tidak ribet,” ungkap Riski.
Sebagai agen BRILink pun, Riski harus selalu menyediakan uang tunai dan saldo yang cukup besar agar semua transaksi bisa dilayani dengan mudah dan cepat.
“Kami pun harus selalu memastikan tersedianya uang tunai dalam jumlah yang cukup,” tuturnya.
Kini, Riski dinobatkan sebagai salah satu agen BRILink terbaik dari 648 agen BRILink di Kabupaten Gorontalo, ini tentu membuktikan kesuksesannya dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat di desanya.
Sementara itu, warga Desa Tinelo mengaku sangat terbantu dengan pelayanan BRILink di toko milik Riski. Karena selain aksesnya terjangkau, pelayananya juga cepat.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya Brilink di desa ini, khusunya bagi kami yang sering kejar-kejaran dengan waktu,” ungkap salah seorang warga yang sering menggunakan jasa BRILink milik Riski.
Inovasi Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat, Riski juga memiliki rencana untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan menambah alat EDC ataupun BRILink Mobile. Dengan demikian, ia berharap dapat meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas layanan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih baik lagi.
“Saya ingin menambah alat EDC atau Brilink Mobile agar pelayanan lebih maksimal, mengingat saya sering kewalahan melayani masyarakat yang ingin bertransaksi setiap hari,” ujarnya.
Upaya BRI dalam Mendekatkan Layanan Keuangan kepada Masyarakat
BRILink adalah salah satu terobosan Bank BRI untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dalam mengenal pengetahuan dasar tentang pengelolaan keuangan melalui pemanfaatan produk dan layanan perbankan. Layanan inovatif ini mulai diperkenalkan manajemen BRI sejak 2015 dengan menyasar pedesaan dan daerah-daerah terpencil. PT BRI mencatat jumlah Agen BRILink di kuartal 2023 telah melampaui target, yakni mencapai 654.677 agen dari 672 ribu agen pada akhir 2022.
Junior Associate Mantri BRI Unit Telaga, Mario Kantale mengatakan, agen BRILink merupakan perpanjangan tangan dari BRI dalam mewujudkan visi untuk mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. Dengan layanan yang tersedia seperti EDC dan Brilink Mobile, masyarakat dapat dengan mudah melakukan transaksi keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.
“Masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan transaksi keuangan,” ungkapnya. Hal ini sesuai dengan visi dan harapan manajemen BRI untuk memberikan kemudahan akses layanan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kisah sukses Muhamad Riski sebagai agen BRILink di Desa Tinelo tidak hanya merupakan inspirasi bagi para pemuda, tetapi juga menjadi cermin kemandirian dan inovasi.
Semangat dan dedikasi yang ditunjukkan Riski juga menjadi contoh bagi kita semua untuk terus berusaha dan berinovasi demi mencapai kesuksesan.
Dengan demikian, agen BRILink tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.
(Vita Pakai)














