Pentadio Barat – Proyek pembangunan di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, kembali menuai sorotan tajam. Hingga kini, proyek yang sudah bertahun-tahun berjalan namun tak kunjung selesai itu meninggalkan jalan rusak parah yang semakin menyulitkan warga.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pentadio Barat, Fardi Naway, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menilai durasi pengerjaan proyek yang berlarut-larut merupakan indikasi kuat adanya masalah serius dalam perencanaan maupun pengawasan.
“Ada ketidaksesuaian yang sangat mencolok antara waktu yang dialokasikan dengan progres di lapangan. Proyek ini sudah bertahun-tahun, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan. Situasi ini sangat merugikan masyarakat,” tegas Fardi saat ditemui di lokasi jalan rusak, Kamis (14/8/2025).

Kerusakan jalan akibat proyek mangkrak tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan warga. Menurut Fardi, akses transportasi yang sulit membuat biaya angkut barang melonjak. Hal itu otomatis menambah beban ekonomi masyarakat desa.
“Transportasi macet, ongkos angkut jadi mahal, dan warga yang paling menderita. Pemerintah daerah tidak boleh menutup mata, harus ada langkah konkret agar persoalan ini segera tuntas,” tambahnya.
Selain mendesak penyelesaian proyek, Fardi juga menyoroti minimnya transparansi informasi dari pemerintah daerah. Ia menegaskan masyarakat berhak mendapat penjelasan terkait penyebab mandeknya proyek pembangunan tersebut.
“Jangan biarkan publik hanya menebak-nebak. Pemerintah harus terbuka, jelaskan kepada warga kenapa proyek ini mangkrak dan kapan bisa selesai. Jangan sampai ada kesan masalah ini sengaja ditutupi,” pungkasnya.
Kondisi jalan rusak di Pentadio Barat kini menjadi perhatian serius warga. Mereka menuntut pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses jalan serta menuntaskan proyek terbengkalai agar aktivitas masyarakat, termasuk roda perekonomian desa, dapat kembali normal. (D09)














