Jakarta– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan. Fokus utama program ini mencakup peningkatan layanan transportasi publik, integrasi data ekonomi, penguatan infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Sabtu (1/3), Khofifah menegaskan bahwa berbagai program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pembangunan Jawa Timur menuju provinsi yang berdaya saing tinggi pada tahun 2045.
1. Peningkatan Layanan Trans Jatim
Salah satu program unggulan yang akan dikembangkan adalah peningkatan layanan Trans Jatim, termasuk frekuensi perjalanan, kapasitas angkutan, serta penambahan rute baru. Tahun ini, Pemprov Jatim menargetkan peluncuran Koridor 6 Trans Jatim yang menghubungkan Sidoarjo dan Mojokerto.
“Peningkatan kenyamanan dan perluasan rute menjadi prioritas utama,” ujar Khofifah.
2. Integrasi Data Sosial Ekonomi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan mengembangkan sistem super apps dengan integrasi data tunggal sosial ekonomi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan berbasis data yang lebih akurat.
“Super apps dengan integrasi data tunggal akan menjadi kunci utama dalam pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelas Khofifah.
3. Mudik Gratis Berbasis Darat dan Laut
Dalam rangka menghadapi arus mudik, Pemprov Jatim kembali menjalankan program mudik gratis yang mencakup transportasi darat dan laut. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas dermaga pelabuhan serta melakukan pemantapan jalan agar perjalanan pemudik lebih aman dan nyaman.
“Sejak dilantik, kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik,” kata Khofifah.
4. Pembangunan Rumah Sakit dan Infrastruktur
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Pemprov Jatim menargetkan percepatan pembangunan Rumah Sakit Muhammad Nur dan Rumah Sakit Paru di Jember untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.
Di samping itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan dan pemeliharaan jalan serta infrastruktur lainnya guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
5. Penguatan Ekonomi Kreatif dan UMKM
Untuk memperkuat daya saing masyarakat, Pemprov Jatim akan memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil serta meningkatkan kompetensi talenta milenial melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan.
Ekonomi kreatif juga menjadi salah satu sektor prioritas yang akan diperkuat guna mendukung peningkatan ekspor dan pertumbuhan industri di Jawa Timur.
6. Antisipasi Musim Kemarau dan Bencana Alam
Menindaklanjuti prediksi BMKG terkait musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada April hingga Juni, Pemprov Jatim telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan, termasuk penanganan sungai-sungai rawan banjir untuk meminimalkan risiko bencana.
Meningkatkan Daya Saing Jawa Timur di Kancah Global
Khofifah menegaskan bahwa dengan potensi besar yang dimiliki, Jawa Timur siap menjadi gerbang logistik internasional. Fokus utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan adalah pengembangan industri dan jasa, serta peningkatan ekspor dan impor baik di tingkat ASEAN maupun global.
Dengan berbagai program prioritas ini, Jawa Timur menargetkan percepatan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, guna mewujudkan provinsi yang semakin maju dan berdaya saing tinggi di tahun 2045.
(d10)














