Gorontalo – Kasus dugaan perundungan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Gorontalo yang menyebabkan seorang siswa harus dilarikan ke rumah sakit mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyu Moridu. Politisi muda ini dengan tegas menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak sekolah atas kejadian yang dinilainya mengkhawatirkan.
Wahyu Moridu menyayangkan pernyataan Wakil Kepala Sekolah SMK 1 Gorontalo, Zulkarnain Tanipu, yang menyebut tindakan perundungan tersebut sebagai “kreativitas” siswa, bukan sebagai perilaku negatif. Pernyataan tersebut, menurut Wahyu, menunjukkan kurangnya keseriusan pihak sekolah dalam menangani perundungan.
“Ini jelas-jelas perbuatan yang tidak manusiawi, tetapi malah dikatakan hanya sebagai kreativitas. Saya sangat kecewa,” tegas Wahyu Moridu, seperti dilaporkan oleh media lokal Komparasi.id.
Melalui keterangannya, Wahyu mendesak Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo untuk segera mengambil tindakan tegas dengan memanggil dan membina pihak SMK 1 Gorontalo. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut perlu diambil untuk menghindari keresahan di tengah masyarakat dan untuk menjamin lingkungan belajar yang aman bagi para siswa.
“Jika perlu, jabatan kepala sekolah dicopot. Kejadian seperti ini tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Kasus perundungan ini menjadi peringatan bagi pihak sekolah dan pemerintah untuk meningkatkan pengawasan serta langkah-langkah preventif dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan. Wahyu Moridu berharap agar tindakan cepat diambil untuk menciptakan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan positif bagi para siswa di Gorontalo.















