Kawal Program MBG, DKPTPH Gorontalo Terjunkan Tim Sidak Sampel Pangan Segar di 4 Kabupaten

Akbar

Dailypost Gorontalo — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo memperketat pengawasan keamanan pangan demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh bahan baku pangan yang didistribusikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bebas dari kontaminasi berbahaya.

Dalam pengawasan berkala ini, Tim DKPTPH menerjunkan personel untuk melakukan uji petik dan pengambilan sampel pangan segar di sejumlah titik SPPG kabupaten/kota. Pemeriksaan berfokus pada dua kategori utama, yaitu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Pangan Segar Asal Hewan (PSAH). Pengambilan sampel meliputi buah semangka di SPPG Boalemo, cabai rawit dan cabai keriting di SPPG Kabupaten Gorontalo, kol dan daging ayam di SPPG Gorontalo Utara, serta cabai rawit dan bawang merah di SPPG Bone Bolango.

Seluruh sampel komoditas tumbuhan tersebut langsung menjalani pengujian cepat (rapid test) untuk mendeteksi residu pestisida golongan organofosfat, sementara sampel daging ayam diuji khusus untuk mendeteksi kandungan formalin. Hasil laboratorium lapangan menunjukkan bahwa seluruh sampel dinyatakan negatif dari residu pestisida berbahaya dan bebas formalin, sehingga bahan baku pangan segar di SPPG tersebut resmi memenuhi standar keamanan konsumsi.

Kepala Dinas KPTPH Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, menegaskan bahwa pengawasan ketat ini merupakan komitmen hulu-ke-hilir pemerintah daerah. Menurutnya, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan tidak hanya melihat kondisi sanitasi dan higiene di area dapur SPPG, melainkan turun langsung memastikan keamanan bahan pangan segar melalui pengujian ilmiah.

Di sisi lain, Kepala Bidang Kerawanan, Penganekaragaman dan Keamanan Pangan (KPKP) DKPTPH Gorontalo, Irawati Hz. Adam, mengingatkan para pengelola SPPG agar selektif dalam memilih mitra pemasok (supplier). Ia menyatakan bahwa pemasok wajib menerapkan prinsip keamanan pangan sejak tahap budidaya di lahan pertanian, penanganan pascapaten, hingga proses distribusi logistik untuk meminimalkan risiko kontaminasi sebelum bahan pangan sampai ke dapur sekolah.

Irawati juga meminta petugas SPPG melakukan screening fisik (uji organoleptik) secara mandiri seperti mengecek kesegaran, warna, aroma, serta tekstur bahan makanan saat menerima pasokan barang. Meskipun hasil uji cepat kali ini memuaskan, DKPTPH Gorontalo berjanji akan terus melakukan pembinaan dan monitoring berkelanjutan agar standardisasi mutu Program Makan Bergizi Gratis di Gorontalo tetap terjaga secara konsisten.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia