Gorontalo — Dalam rangka memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan telur ayam selama bulan Ramadan, Pimpinan dan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo turun langsung melakukan monitoring. Kegiatan ini dilakukan di dua lokasi, yakni Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango pada Sabtu (23/04/2024).
Muhammad Nasir Majid, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, mengungkapkan bahwa permintaan telur di kalangan masyarakat Gorontalo meningkat secara signifikan selama Bulan Suci Ramadan.
“Dalam beberapa waktu terakhir, harga telur bahkan mencapai Rp. 25.000 per bak untuk ukuran kecil,” ungkap Nasir Majid.
Dia juga menyampaikan variasi harga telur di Pasar Gorontalo yang bergantung pada ukuran telur, dengan harga tertinggi mencapai Rp. 70.000.
“Kami berharap harga telur tetap stabil hingga menjelang dan selama Idul Fitri. Kita sadar akan pentingnya pasokan telur bagi ibu rumah tangga dalam mempersiapkan hidangan khas Ramadan, seperti pembuatan kue,” tambah Nasir Majid.
Melalui monitoring ini, Komisi II Deprov Gorontalo berkomitmen untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga telur, demi mendukung kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri.
(Riski)














