Malam I Suro, Sakral dan Keramat Bagi Masyarakat Jawa

DAILYPOST.ID Tak terasa saat ini masyarakat Jawa sudah berada di penghujung tahun dan menyambut datangnya tahun baru Jawa sekaligus tahun baru Islam.

Sebagian besar masyarakat Jawa masih mempercayai bahwa malam satu Suro merupakan malam yang sakral dan keramat. Di berbagai daerah banyak memperingati berbagai tradisi Tahun Baru Jawa sekaligus Tahun Baru Islam ini.

Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

1 Suro merupakan bulan pertama sekaligus tanda sebagai pergantian tahun dalam kalender Jawa. Pada 1 Suro, ada berbagai mitos dan larangan yang beredar luas khususnya di masyarakat Jawa.

Baca Juga:   Polsek Krangkeng Himbau Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

Diketahui, tahun ini 1 Suro 2023 bertepatan dengan hari Rabu, 19 Juli 2023. 1 Suro juga bertepatan dengan 1 Muharam 1445 Hijriah atau tahun baru dalam penanggalan kalender Islam.

Malam 1 Suro ini masuk dalam daftar 10 hari pertama di bulan Suro, yang mana ini dianggap sangat sakral dibanding dengan hari-hari setelahnya.

Bahkan, malam 1 Suro juga dikenal sarat akan mitos, terutama mitos tentang larangan melakukan kegiatan tertentu pada bulan Suro.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut larangan (pantangan) saat bulan Suro :

1.Tidak menggelar pernikahan

Baca Juga:   Polsek Arahan Giat PPKM

Salah satu mitos dan larangan pada malam 1 Suro yaitu menggelar pernikahan. Dilarangnya melakukan pernikahan karena bulan Suro dianggap sebagai bulan sakral, maka perayaan pernikahan pun tidak boleh diselenggarakan karena bersamaan dengan ritual lainnya.

Selain itu, ada juga mitos jika nekat melangsungkan pernikahan di bulan suro akan mendatangkan banyak kesialan. Misalnya pernikahan tidak langgeng, sering terjadi pertengkaran, dan hal-hal lainnya yang dianggap sial.

2. Dilarang Bepergian atau keluar rumah

Sebagian besar masyarakat Jawa mempercayai bahwa Bulan Suro identik dengan bencana, kesialan, hingga hal-hal buruk lainnya. Itulah mengapa sebagian masyarakat Jawa percaya saat tiba bulan Suro dilarang keluar rumah guna menghindari hal-hal buruk. Mereka memilih untuk berdiam diri d rumah.

Baca Juga:   Pengecakan dan Pemberian Obat Bagi Masyarakat Yang Menjalani ISOMAN dilaksanakan Polsek Haurgeulis Bersama Tim Satgas Lainnya

3. Pindah rumah

Bulan Suro dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa sebagai bulan bencana atau bulan sial. Itulah mengapa pada bulan tersebut, sebagian masyarakat dilarang untuk pindah rumah karena takutnya akan terjadi musibah atau hal buruk lainnya jika pindah rumah tetap dilakukan.

Demikian ulasan mengenai larangan malam 1 Suro yang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Jawa. ***

Penulis : Sarno Kenes

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia