Gorontalo-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gorontalo kembali menerima berkas pendaftaran bakal calon gubernur (bacagub) Gorontalo dari salah satu kader Partai Golkar yakni Marten Taha, Jumat (17/05/2024).
Formulir pendaftaran bacagub yang diantarkan Merten Taha, diterima laksung oleh sekretaris DPD PDI Perjuangan Gorontalo, Laode Haemudin dan disaksikan oleh jajaran kader PDIP dan Golkar yang hadir saat itu.
Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, Laode Haemudin mengatakan, bahwa sosok Marten Taha merupakan sosok yang berpengalaman di dalam dunia pemerintahan.
Hal itu, kata Laode dapat dilihat dari pengalaman Marten Taha yang pernah menjadi Ketua DPRD Provinsi Gorontalo dan 2 periode menjadi Walikota Gorontalo.
“Tentunya, pengalaman ini menjadi peluang besar Marten Taha untuk maju sebagai bakal calon gubernur Gorontalo nantinya”
Ditempat yang, Marten Taha dalam konferensi pers mengakatan, bahwa dalam internal partainya sedang ada kontestasi juga, hal itu dikarenakan didalam partainya ada 3 nama yang sedang beribut rekom DPP Golkar yakni dirinya (Marten Taha), Idah Syaidah, dan Toni Uloli.
“Olehnya mendaftar di PDIP adalah salah satu ikhtiar untuk mencari pasangan, siapa yang disodorokan oleh PDIP apakah Kris Wartabone, atau Toni Yunus, atau Laode Haemudin itu bagi saya semuanya punya pengalaman dan kapasitasnya sudah teruji,”ungkap Marten.
Marten juga menyebutkan bahwa Ketua DPD PDI Perjuangan, Kris Wartabone merupakan kader yang mumpuni, sehinggany dirinya terpilih menjadi bacagub dari Partai Golkar dan nama Kris yang ditawarkan PDIP untuk mendampingi dirinya dalam Pilgub nanti maka itu baginya adalah sebuh keniscayaan.
“Siapapun yang disodorokan oleh PDIP apalagi pak Kris Wartabone maka bagi saya pak Kris adalah kader yang mampu bekerjsama dan kapasitas, kapabilitas, dan kredibilitasnya sudah teruji”jelasnya















