MUI Indramayu Gelar Raker dan Rakor, Usung Semangat “Melangitkan Niat, Membumikan Maslahat”

DAILYPOST.ID Indramayu — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi, Lembaga, dan MUI Kecamatan. Mengusung tema _”Melangitkan Niat, Membumikan Maslahat”_, kegiatan berlangsung di Hotel IBJ atau Istana Bangun Jagat, Jalan Balongan No.8 KM 4, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (22/8/2026).

Acara ini diikuti sekitar 200 peserta dari unsur 4 komisi, 5 lembaga di lingkungan MUI Kabupaten Indramayu, serta pengurus MUI kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Indramayu, H. Adlan Daie, menyampaikan raker ini bertujuan untuk menyolidkan pemahaman internal antar komisi dan lembaga dalam menetapkan arah serta target organisasi ke depan.

“Rakor ini bukan untuk menyampaikan pernyataan politis ke luar. Fokus kita adalah konsolidasi internal agar program MUI lebih terarah dan berdampak langsung kepada umat,” jelas H. Adlan Daie.

Ia juga mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan ini terlaksana berkat dukungan swadaya dan fasilitas dari H. Gori selaku Ketua HKTI sekaligus pemilik Hotel IBJ, dukungan Rektor UNJ, anggota dewan lintas partai, serta koordinasi teknis dari Pak Dadi selaku Sekretaris HKTI.

“MUI menyadari keterbatasan dana internal. Karena itu kami membuka ruang kemitraan seluas-luasnya. Moto kami _berkhidmat untuk umat, berkolaborasi untuk maslahat_,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, MUI melalui Lembaga Penggerak Ekonomi Umat berencana menjalin kerja sama dengan HKTI di bidang ketahanan pangan. Langkah ini untuk memperluas peran MUI dari bidang keagamaan ke pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua Mitra HKTI Kabupaten Indramayu, H. Gorry Sanuri, menegaskan kerja sama MUI dan HKTI ini untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus moral keagamaan agar masyarakat hidup sejahtera dengan rezeki yang halal.

Dalam kesempatan itu, H. Gorry menggagas visi _”Indramayu Darussalam”_ sebagai percontohan _”Indonesia Darussalam”_. Visi ini bertujuan memperbaiki citra Indramayu yang sering dipandang negatif, padahal merupakan daerah penghasil padi, minyak, dan ikan terbesar.

“Kita ingin mewujudkan kemerdekaan seutuhnya sesuai Pasal 33 UUD 1945. Kekayaan alam dikelola untuk kesejahteraan rakyat. Kami mendorong MUI mengeluarkan fatwa terkait otonomi dan martabat daerah agar warga Indramayu lebih dihargai di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan media massa untuk menyuarakan visi ini. “Dukungan kami murni untuk pembangunan daerah, bukan kepentingan pribadi atau politik tertentu,” tegasnya.

Raker ini juga menghadirkan Rustono, purnawirawan TNI Kodim Indramayu asal Losarang yang kini menjadi pelopor UMKM. Ia mendorong terbangunnya kerja sama antara MUI, HKTI, dan sektor UMKM untuk mengangkat perekonomian masyarakat akar rumput.

“Dukungannya untuk warga MUI mengembangkan usaha kecil. Kami berharap ada kolaborasi strategis lintas organisasi agar tercipta peluang usaha baru dan program UMKM berjalan sesuai rencana demi Indramayu yang lebih baik,” kata Rustono.

Dengan semangat kolaborasi, MUI Kabupaten Indramayu berharap hasil raker ini dapat diimplementasikan secara nyata, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh umat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia