, Gorontalo- Pembangunan Masjid Islamic Center akan tetap dianggarkan untuk dilanjutkan kembali pada tahun 2023.
Hal ini diungkapkan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Gorontalo bersama OPD Pemerintah Provinsi Gorontalo, di ruang Dulohupa Gedung DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (04/04/2022).
Ketua Pansus LKPJ, Meyke M. Camaru saat diwawancarai mengatakan bahwa pemeliharaan Gedung Islamic Center perlu untuk diusulkan kembali untuk dilanjutkan karena merupakan pusat peradaban islam di Bumi Serambi Madinah.
“Karena islamic center ini adalah sebagai pusat peradaban islam di Kota Gorontalo, sebab Gorontalo adalah kawasan serambi madinah maka perlu direkomendasikan untuk tetap dilanjutkan dalam penganggaran di tahun 2023,” ungkap Meyke.
Di sisi lain, biaya yang terbilang cukup banyak ini pernah teralokasi pada saat anggaran perubahan, hanya saja dari beberapa aspek indikator belum ada yang dihasilkan.
“Terkait dengan anggaran Rp15 miliar memang sudah teralokasi di anggaran perubahan di tahun 2021, tetapi memang ada beberapa indikator yang tidak terealisasi karena memang di lapangan itu membutuhkan biaya yang lebih besar,” jelasnya.
Sehingga kedepan lanjut politisi Golkar itu, anggaran di tahun 2023 akan terus dikawal untuk pembangunan Islamic Center.
Menurutnya, hal-hal yang bersentuhan dengan ganti rugi lahan itu adalah bagian dari teknis di lapangan namun dari faktor lain belum memenuhi syarat dari segi anggarannya.
“Jadi memang kita back up full anggaran 2023 kalau soal ganti rugi lahan. Ini adalah hal teknis di lapangan untuk ganti rugi lahan tetapi ini penganggarannya sendiri belum memenuhi,” tutupnya. (Daily16/RizkyB)














