Kota Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pendidikan pasca-banjir melalui penyerahan bantuan schoolkit kepada korban banjir. Penyerahan bantuan ini berlangsung di Kantor Wali Kota Gorontalo dan dihadiri oleh Penjabat Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Selasa (05/11/2024)
Penjabat Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, meskipun sudah lima hingga enam bulan pasca-banjir, bantuan tersebut tetap dikucurkan oleh Kemendikbudristek setelah adanya laporan yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kota Gorontalo.
“Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kita yang terdampak banjir. Bahkan meskipun sudah berlalu beberapa bulan, kami sangat bersyukur bahwa bantuan ini terus disalurkan,” ujarnya.
Ismail juga menjelaskan bahwa bantuan ini tidak hanya berfokus pada aspek pemulihan fasilitas sekolah, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar siswa agar mereka bisa kembali melanjutkan pendidikan dengan semangat.
“Bantuan perlengkapan sekolah ini tentu akan meringankan beban orang tua, sekaligus mempersiapkan anak-anak kita untuk kembali ke sekolah dalam kondisi yang lebih baik,” tambahnya.
Bantuan yang diserahkan pada acara tersebut terdiri dari beberapa jenis, antara lain:
- Schoolkit untuk Anak SD: Paket perlengkapan sekolah yang berisi alat tulis, buku, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kegiatan belajar mengajar di tingkat sekolah dasar.
- Schoolkit untuk Anak SMP: Bantuan perlengkapan yang lebih lengkap untuk siswa SMP, termasuk buku, alat tulis, tas sekolah, dan alat belajar lainnya.
- Bantuan Non-Tunai untuk 10 Sekolah: Sebagai tambahan, terdapat juga bantuan berupa dana non-tunai untuk sepuluh sekolah yang terdampak banjir, yang akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas sekolah atau mendukung kebutuhan pendidikan lainnya.
Bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak semua anak, dan bersama-sama kita dapat menghadapinya, baik dalam situasi normal maupun dalam situasi pasca-bencana.














