, Gorontalo- Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi, memilih Desa Lopo, Kabupaten Gorontalo sebagai lokasi reses dalam masa sidang ketiga tahun 2022-2023.
Desa Lopo dipilih karena memiliki potensi pengembangan yang besar, baik dari segi Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM), meskipun jumlah penduduknya hanya sekitar 900 jiwa.
Sebagai seorang anggota DPRD Gorontalo, Sofyan merasa memiliki tanggung jawab yang besar dalam menampung aspirasi masyarakat di desa tersebut.
Pada reses kali ini, Senin (12/06/2023), Sofyan menerima sejumlah proposal dari masyarakat Desa Lopo, di antaranya proposal pembuatan tanggul air laut, pembangunan pesantren An-Nur, dan bantuan konsumsi bulanan untuk anak-anak panti asuhan.
Sofyan berjanji akan menampung semua proposal tersebut dan akan mengkajinya lebih lanjut bersama 45 anggota legislatif lainnya di DPRD Provinsi Gorontalo.
Namun, ia juga mengingatkan masyarakat Desa Lopo agar lebih mempertimbangkan proposal yang bersifat non-fisik. Hal ini dilakukan untuk menghindari pembangunan yang terhenti atau proyek yang tidak dimanfaatkan dengan baik.
“Saya mengingatkan agar lebih mempertimbangkan proposal yang bersifat non-fisik, karena proyek fisik seringkali tidak selesai dalam pelaksanaannya,” ungkap Sofyan dengan tegas.
Sofyan Puhi merujuk pada pengalaman sebelumnya di Gorontalo, di mana beberapa proyek pembangunan menghabiskan anggaran yang besar namun tidak selesai atau tidak memberikan manfaat yang maksimal.
Oleh karena itu, ia berharap masyarakat Desa Lopo dapat memilih proposal-proposal yang akan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Reses Sofyan Puhi di Desa Lopo memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka.
Melalui kerja sama dengan anggota DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, diharapkan proposal-proposal tersebut dapat direalisasikan secara efektif dan efisien untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Lopo.
(Rifaldi Saidi)














