Kota Gorontalo — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo, Dr. Fadliyanto Koem, menghadiri pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di wilayah Kota Gorontalo. Acara ini digelar di Hotel Fox Kota Gorontalo pada Minggu (26/05/2024) dan dihadiri oleh 150 anggota PPS yang baru dilantik, serta didampingi oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Gorontalo.
Dalam sambutannya, Fadliyanto Koem menyoroti bahwa PPS memiliki sejarah yang panjang dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa eksistensi PPS bahkan telah ada sebelum pembentukan KPU.
“Dalam sejarah pemilu maupun pilkada, sebelum adanya KPU, PPS sudah ada. Dulu namanya Panitia Pemilihan Desa. Namun, sejak Pilkada 2008, salah satu fungsi PPS, yaitu rekapitulasi di tingkat desa, dihilangkan,” ujar Fadliyanto Koem.
Ia juga menekankan pentingnya peran PPS dalam menjaga integritas pemilu. Ia mengungkapkan bahwa ada banyak temuan pelanggaran pemilu yang terjadi saat proses rekapitulasi di tingkat desa atau kelurahan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kejujuran dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas-tugas PPS.
“Temuan menunjukkan banyak sekali pelanggaran pemilu terjadi saat rekapitulasi di tingkat desa atau kelurahan. Kita harus memastikan proses ini berjalan dengan baik dan transparan,” tambahnya.
Selain itu, Fadliyanto Koem memberikan pesan kepada anggota PPS yang baru dilantik untuk bekerja lebih giat dalam meningkatkan angka partisipasi pemilu. Ia menekankan bahwa partisipasi yang diharapkan bukan hanya secara kuantitatif, tetapi juga secara kualitatif.
“Saya berharap anggota PPS yang baru dilantik ini dapat meningkatkan partisipasi pemilu tidak hanya dalam jumlah pemilih, tetapi juga dalam kualitas partisipasi tersebut,” tuturnya.
Pelantikan anggota PPS ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam pelaksanaan pemilu di Gorontalo, dengan harapan proses demokrasi berjalan lebih transparan dan akuntabel. Peran PPS sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan pemilu di tingkat desa dan kelurahan menjadi sangat krusial dalam memastikan suara rakyat benar-benar tersalurkan dengan baik.
Acara ini juga menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali sejarah dan evolusi PPS dalam konteks pemilu di Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen semua pihak untuk menjaga integritas dan kualitas demokrasi di Tanah Air.
(Angki)














