Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat penerapan merit system dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui peningkatan kualitas proses seleksi berbasis kompetensi. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah penyempurnaan butir soal Computer Assisted Test (CAT) agar mampu menghasilkan proses rekrutmen yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, saat menjadi narasumber pada kegiatan Uji Butir Soal Tes Kompetensi Kepegawaian Berbasis CAT yang berlangsung di Kantor UPT BKN Gorontalo, Kamis (9/7/2026).
Pada kegiatan tersebut, Kabupaten Gorontalo dipercaya menjadi lokus pelaksanaan uji butir soal yang diikuti sekitar 180 peserta, terdiri dari tim penyusun dan penguji butir soal Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan instrumen tes kompetensi guna mendukung penerapan sistem merit di lingkungan ASN.
Menurut Sugondo, reformasi birokrasi tidak hanya diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik, tetapi juga harus dimulai dari proses rekrutmen yang mampu menjaring sumber daya manusia terbaik berdasarkan kemampuan dan kompetensi.
“Transformasi birokrasi dimulai dari proses rekrutmen yang berkualitas. Karena itu, kualitas butir soal menjadi sangat penting agar kompetensi peserta dapat diukur secara objektif, akurat, dan adil,” ujar Sugondo Makmur.
Ia menjelaskan, sistem CAT yang dikembangkan Badan Kepegawaian Negara telah menjadi standar nasional dalam pelaksanaan seleksi ASN karena mampu menghadirkan proses yang lebih transparan sekaligus meminimalkan potensi intervensi. Namun demikian, efektivitas sistem tersebut sangat bergantung pada kualitas butir soal yang digunakan.
Menurutnya, setiap instrumen tes harus memenuhi aspek validitas, reliabilitas, serta relevansi dengan kebutuhan jabatan agar hasil seleksi benar-benar mampu menggambarkan kompetensi peserta secara menyeluruh. Dengan demikian, ASN yang terpilih diharapkan memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo, lanjut Sugondo, berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan merit system melalui pengembangan manajemen ASN berbasis kompetensi. Kolaborasi dengan UPT BKN Gorontalo dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian sekaligus mempercepat terwujudnya reformasi birokrasi yang lebih efektif dan profesional.
“Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen memperkuat penerapan merit system dalam manajemen ASN. Melalui seleksi yang berkualitas, kita ingin melahirkan aparatur yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik,” tegasnya.















