Serangan Terus Berlanjut, Pasukan Israel Serbu Rumah Sakit Nasser

Dailypost.id
Ilustrasi. Militer Israel mengatakan mereka sedang memburu para militan Hamas di Nasser dan sejauh ini telah menangkap 100 orang di lokasi tersebut. (Foto: AP/Mohammed Dahman)

DAILYPOST.ID Jakarta- Pasukan Israel melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang di Rumah Sakit Nasser, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza, Palestina, dalam tengah serangan udara yang terus berlanjut di daerah tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, mengonfirmasi bahwa “Pasukan pendudukan menahan banyak staf medis di dalam Kompleks Medis Nasser, yang mereka (Israel) ubah menjadi pangkalan militer.”

Militer Israel menyatakan bahwa mereka sedang melakukan operasi pengejaran terhadap para militan di Nasser. Sejauh ini, mereka telah menangkap sekitar 100 orang di lokasi tersebut, serta membunuh orang-orang bersenjata di sekitar rumah sakit dan menemukan senjata di dalamnya.

Hamas membantah tuduhan bahwa para pejuangnya menggunakan fasilitas medis untuk berlindung. Namun, setidaknya dua sandera Israel yang dibebaskan mengakui bahwa mereka ditahan di Nasser.

Baca Juga:   Bos Hamas, Ismail Haniyeh Tewas Diserang Israel

Serangan Israel terhadap rumah sakit ini telah menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan para pasien, pekerja medis, dan pengungsi Palestina yang mencari perlindungan di sana.

Lebih lanjut ke selatan di Rafah, kondisi kemanusiaan Gaza semakin memburuk akibat musim dingin yang ekstrem. Tenda pengungsi terbang dan hujan menggenangi area tersebut, menyebabkan kondisi yang sudah sulit semakin parah.

Rencana Israel untuk menyerang Rafah telah memicu kekhawatiran internasional akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menyalahkan Israel atas kurangnya kemajuan dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Hamas menegaskan bahwa mereka hanya akan menerima gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pencabutan pengepungan, serta pembebasan tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Baca Juga:   Israel Kecewa Amerika Mulai Setop Suplai Senjata untuk Perang di Rafah

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersumpah akan “kemenangan mutlak” atas Hamas. Namun, ia juga menyatakan bahwa fleksibilitas dalam posisi Hamas dapat memajukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan memungkinkan pembebasan para sandera.

Serangan udara dan darat Israel telah menyebabkan kerusakan parah di Gaza dan memaksa hampir seluruh penduduknya meninggalkan rumah mereka. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan bahwa sebagian besar korban tewas adalah warga sipil, dengan total 28.858 orang yang tewas.

Setidaknya 83 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara di Gaza sejak Jumat, termasuk satu orang pada hari Sabtu di Rafah, wilayah yang berbatasan dengan Mesir dan merupakan pos terakhir Hamas menurut Israel.

Baca Juga:   Pejabat AS, Mesir, Qatar, dan Israel Berunding di Paris Bahas Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Militer Israel menyatakan bahwa jet-jet tempurnya telah menewaskan sejumlah militan dalam pertempuran di Gaza sejak Jumat.

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia