, Gorontalo – Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Gorontalo lakukan kunjungan ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional provinsi Gorontalo, Selasa (09/11/2021).
Sebagai mitra kerja komisi satu DPRD Provinsi Gorontalo, AW Thalib mengatakan ada beberapa point yang menjadi pembahasan dalam kunjungan tersebut diantaranya, terkait dengan masalah pertanahan secara keseluruhan, serta Tanah obyek Reforma Agraria (TORA), pembebasan lahan pembangunan waduk Bulango Ulu dan Luas Wilayah Danau Limboto yang berbeda Versi.
“Alhamdulillah pelaksanaan TORA telah 80 persen ini akan dilakukan redistribusi tanah ke warga yang berada di Provinsi Gorontalo baik itu dari eks HGU maupun tanah-tanah yang lain yang dimungkinkan akan menjadi obyek TORA,” tuturnya
Lanjut kata AW Thalib yang menjadi pembebasan juga ialah batas wilayah Danau Limboto yang sampai dengan hari ini belum ada kejelasan dikarenakan terdapat 2 versi yang berbeda. Informasi dari BPN luasannya itu hanya 3.160 hektare sudah ada petanya dan titik koordinat yang bisa dilacak lagi meskipun sudah hilang, sementara versi balai wilayah sungai kurang lebih 3.300 hektare dan belum jelas hanya bisa dilihat dari atas peta melalui perda yang ada.
“Ini yang perlu dikordinasikan dan dikongkritkan lagi, mana yang akan digunakan nanti dalam rangka penyelesaian masalah Danau Limboto, dan ini tidak bisa dibiarkan, bisa saja ini menjadi problema dikemudian hari secara terus menerus,” jelas AW Thalib.
Sebagai anggota DPRD komisi 1, AW Thalib juga menambahkan hal ini perlu didudukkan lagi bersama Balai Wilayah Sungai, karena status ini sudah sejak dulu sudah bermaslah, dulu ada data 5.800 Hektare luasannya dan itu sudah dimohonkan juga, kemudian di perda Provinsi terdapat ada 3.300 hektare itupun tidak jelas juga.
Lanjut kata AW Thalib, pihaknya akan koordinasikan kembali hal ini, jika dibuka petanya masing-masing, tentu akan ada yang saling beririsan juga, karena 3.160 bisa dikata lebih sempit, sementara 3.300 lebih luas. 3.160 ini tidak masuk sebagian dari 3.300 tadi, namun jika 3.300 yang akan digunakan tentu masuk dalam 5.500 konsep yang akan kita gunakan tentu akan banyak nanti kantor ataupun rumah yang termasuk dalam wilayah Danau Limboto.
”Kita berupaya juga kedepan mudah-mudahan danau ini, bisa jadi program strategi nasional dan apalagi ini termasuk danau yang sudah kritis, mudah-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah pusat, dan tentu kita tidak bisa berdiam diri terkait luasan danau tersebut.” Tandasnya. (Daily31/Risman)














