Dailypost.Id Gorut,- Lembaga legislatif Dprd gorontalo utara merasa kecolongan, pasalnya dalam perencanaan kegiatan penggunaan Dana insentif daerah (DID) tahap 3 yang dicairkan pada bulan novermber tahun anggaran 2020, lembaga Dprd gorut tidak dilibatkan oleh pihak eksekutif dalam pembahasannya.
Hal ini sebagaimana dikatakan Ketua Dprd Gorontalo utara, Djafar Ismail usai menggelar rapat evaluasi Program Tahun 2020 bersama OPD di Ruang Sidang DPRD Gorontalo Utara, Selasa (5/1/2020). Kepada para awak media djafar ismail mengatakan, dalam perencanaan kegiatan dana insentif daerah pada bulan november , lembaga dprd merasa kecolongan karena tidak dilibatkan oleh pihak eksekutif.
” Kita di dprd fokus pada DID tahap 3, anggarannya itu sebesar 9,8 Milyar, akan tetapi itu turunya nanti setelah selesai kegiatan pembahasan Apbd perubahan,” kata Djafar ismail.

Djafar juga menyangkan sikap eksekutif yang tidak melibatkan lembaga legislatif dprd gorontalo utara dalam perencanaan kegiatan DID, sementara berdasarkan amanat dari undang-undang lembaga dprd mempunyai kewenangan khususnya kewenangan budgeting.
” Yang membuat kami di dprd curiga, program kegiatan tersebut, lebih banyak di arahkan untuk kegiatan-kegiatan fisik, sementara anggaran sudah turun di penghujung akhir tahun bulan November 2020. ada kekhawatiran jangan sampai pelaksanaan kegiatan yang diarahkan untuk fisik tersebut banyak yang tidak selesai karena waktunya sudah sangat mepet,” terang djafar.
Setelah melakukan rapat evaluasi bersama pimpinan OPD kata djafar, membuktikkan kekhawatiran pihak DPRD, bahwa pemanfaatan anggaran di penghujung tahun khususnya untuk kegiatan fisik tersebut tidak mempertimbangkan waktu pelaksanaannya.
“Awalnya seluruh opd mengaku bahwa kegiatan itu sudah selesai 100 persen, Tetapi setelah kita desak, kita kejar sampai kita sampaikan kita akan turun lapangan ada pengakuan dari opd bahwa ada pekerjaan di lapangan yang sampai dengan saat ini yang belum selesai,” terang djafar.
Untuk membuktikkan realisasi pekerjaan dilapangan kata djafar, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan monitoring langsung dilapangan atas pekerjaan fisik yang dibangun melalui anggaran Dana insentif Daerah.
” Insya Allah berdasarkan data yang kita peroleh ini, para pimpinan komisi beserta anggota akan turun lapangan, kita akan pastikan termasuk kegiatan-kegiatan termasuk ada tujuh ruas jalan tani, bagi saya penggunaan anggaran DID ini seolah-olah dipaksakan, tetapi kita belum souzon dulu, kita akan pastikan di lapangan,” Pungkas Djafar.















