, Kabgor – Telur busuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bisa sampai ke Warung Gotong Royong Elektronik (e-Warong) ditanggapi oleh Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, Sabtu (06/02/2021).
Haris mengaku, pihaknya belum mendapat pengaduan adanya temuan telur busuk yang diterima e-warong di dua desa di Kecamatan Pulubala.
Beradasarkan keterangan di salah satu media, petugas yang mengambil ternyata bukan pengelola e-warong.
“Kalau mekanismenya diambil oleh pengelola e-warong seharusnya ada koordinasi dulu dengan penyedia barang sebelum barang diambil,” kata Haris.
Sebab, lanjut dia, sebelum menunggu pedoman pelaksanaan BPNT 2021, telah disepakati pada rapat tim koordinasi bahwa e-warong dapat bekerjasama dengan pemasok atau supplier dengan ketentuan salah satunya harus mengecek lebih dulu kualitas barang.
Selebihnya, pengelola e-warong juga harus memperhatikan indikator kelayakan lainnya seperti mengecek harga apakah sudah sesuai dengan harga pasar, mengecek kepastian ukuran/ takaran dan jumlah barang, ketepatan waktu, tepat sasaran dan tepat administrasi.
“Tepat administrasi artinya pengelola e-warong pada saat mengecek harus terima struk pembelian atau nota,” tuturnya.
Dia melanjutkan berdasar monitoring, penyaluran telur BPNT e-warong di kecamatan lain berjalan lancar dan tidak ada aduan telur busuk. Hal itu tak terlepas dari ketelitian pengelola e-warong dalam menerima barang.
Sejauh ini, kata Haris, saat pengambilan, pengelola e-warong memeriksa kondisi telur. Jika ada yang pecah, penyedia barang langsung menggantinya saat itu pula. [Daily01]














