NGAWI – Ribuan paket Makan Bergizi Gratis yang dibagikan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Ngawi selama bulan suci Ramadan dinilai asal-asalan dan tidak memenuhi standar kelayakan dan menuai kritik.
Selama bulan ramadan penerima manfaat program MBG menerima dalam bentuk makanan kering yang dibawa pulang. Namun, semenjak ramai unggahan foto dari wali murid di medsos berujung memantik protes. Kamis (26/2/26).
di grup Facebook netizen menggungah foto menu kering yang diterima penerima manfaat paket itu berisi sepotong roti wijen, satu buah pisang dan sebungkus abon ayam kecil dengan tambahan caption “Pak Bupati Ngawi, tolong diperhatikan MBG bujet Rp 15.000 dapatnya kayak gini, apa cuma buat ajang korupsi doang?” tulis netizen.
Tak hanya itu saja, keluhan lainnya pun akhirnya muncul di wilayah Kecamatan Paron datang dari unggahan seorang guru memvideo menu MBG yang terdiri dari satu buah apel hijau kecil, ketela panggang dan sebutir telur.
Menu MBG tersebut dianggap jauh dari standar protein dan gizi yang dijanjikan pemerintah.
Hal itu memantik respon tanggapan Agung Rezkina Pramesti anggota DPRD Kabupaten Ngawi, “Prihatin, jangan asal asalan apalagi program ini bertujuan untuk pemenuhan gizi anak,” katanya.
Ia menambahkan, sedih rasanya melihat foto video yang tersebar luas di media sosial mendasar unggahan itu dirinya menilai jauh dari kategori gizi.
“Seharusnya pengelola SPPG lebih serius, jangan terkesan asal asalan kalau memang anggaran cupet karena harga bahan pokok mahal lebih baik menunya sederhana namun tetap berkualitas tinggi seperti susu UHT, telur dan buah sudah cukup untuk penuhi protein anak,” tambahnya.(*)















