Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengapresiasi kolaborasi berkelanjutan antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo dalam mendukung upaya pencegahan stunting atau tengkes di daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka kegiatan launching literasi bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah dengan slogan Lebegacor di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Selasa (10/03/2026).
Menurut Idah, BKKBN Provinsi Gorontalo selama ini menjadi motor penggerak berbagai program percepatan penurunan stunting. Ia menilai keterlibatan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting di daerah.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak,” ujar Idah.
Dalam kegiatan tersebut juga kembali digerakkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini dinilai sebagai langkah konkret untuk membantu keluarga berisiko stunting melalui pendekatan gotong royong dan kepedulian sosial dari berbagai elemen masyarakat.
“Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang kembali diluncurkan pada kesempatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi untuk membantu keluarga yang berisiko stunting,” jelasnya.
Idah menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan kerja berkelanjutan yang dimulai dari tingkat desa hingga keluarga.
Dalam hal ini, peran kader PKK dan kelompok Dasawisma dinilai sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Melalui peran aktif mereka, berbagai program yang menyasar keluarga dapat berjalan lebih efektif.
“Melalui peran aktif PKK dan Dasawisma, berbagai program yang menyentuh langsung keluarga dapat berjalan lebih efektif. Semua upaya ini bermuara pada tujuan besar kita bersama, yaitu mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub juga mengapresiasi penyerahan bantuan paket sembako kepada 150 keluarga sasaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial dalam mendukung pencegahan stunting.
Namun demikian, Idah menekankan bahwa bantuan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai dukungan materi semata.
“Yang lebih penting adalah membangun kesadaran keluarga tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik bagi anak, serta perencanaan ekonomi rumah tangga yang lebih terarah,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo, serta sejumlah pimpinan OPD terkait, camat, dan lurah se-Kecamatan Limboto.















