, Gorontalo – Meskipun hari raya idul fitri 1444 H masih terhitung beberapa pekan lagi, namun Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo telah melakukan persiapan dini untuk mengantisipasi adanya lonjakan arus mudik yang nantinya dapat mengakibatkan kemacetan di beberapa ruas jalan di Provinsi Gorontalo.
Hal itu karena akan adanya warga yang akan melakukan mudik, perayaan festival tumbilotohe jelang lebaran dan hari raya ketupat.
Kepala Dinas (Kadis) Dishub Provinsi Gorontalo, Muh. Jamal Nganro usai mengikuti rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan angkutan lebaran Idul Fitri 1444 H, tingkat Provinsi Gorontalo, bersama dengan jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo dan instansi terkait di Rumah Dinas Pejabat Gubernur, Rabu (29/03/2023) mengatakan, bahwa pada tahun 2020-2022 hanya sekitar 17.000 warga yang melakukan mudik karena adanya PPKM Covid19. Namun melihat dari data tahun 2019 sebelum pandemi, warga yang melakukan mudik mencapai hingga 32.000.
Maka untuk tahun 2023 ini kata Jamal, pihaknya melakukan persiapan lebih dini karena dengan melihat pencabutan PPKM maka dikhawatirkan akan ada peningkatan yang sangat besar seperti di tahun 2019 sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Oleh karena kita lakukan antisipasi bahwa kemungkinannya itu akan mendekati ke sana, sehingga peningkatkannya ini akan menjadi besar,” tuturnya.
“Kenapa kita lakukan persiapan ini, karena kita selalu melihat trend, kalau tadi dari paparan berdasarkan dari studi Kementerian Perhubungan tahun ini diperkirakan kurang lebih 123 juta, dari 250 juta pendudukan itu melakukan perjalanan untuk kegiatan lebaran, artinya kurang lebih 45% penduduk Indonesia akan melakukan pergerakan,” sambungannya.
Muh. Jamal Nganro menuturkan dengan melihat data tersebut, maka kemungkinan pemudik di Gorontalo juga akan bertambah sehingga diprediksi kurang lebih akan sama seperti di tahun 2019.
“Simpul-simpul transportasi di Provinsi Gorontalo, kita punya bandara 1, pelabuhan penyebrangan 2, ditambah terminal tipe A ada 2, ditambah pula pelabuhan ada 4, maka itulah yang nantinya akan ada pos terpadu, namun dalam keadaan berbeda,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, untuk posko jalur udara nantinya akan dibuka pada H-7 sampai dengan H+7, sementara untuk jalur darat dibuka H-11 dan jalur laut dibuka pada H-14.
“Ketiga ini berbeda-beda waktunya, namun semuanya berkolaborasi. Di Gorontalo arus puncaknya itu diperkirakan sekitar tanggal 19-21, karena libur itu mulai dari tanggal 19 sehingga diperkiraan di tanggal itu sudah mulai naik,” ungkapnya.
Selain itu, kadis menuturkan untuk ruas jalan yang nantinya rawan kemacetan di Provinsi Gorontalo yaitu berada di Kota Gorontalo. Menurutnya, karena Kota Gorontalo merupakan pusatnya kegiatan. Selain itu di H-4 lebaran, juga akan ada festival tumbilotohe di beberapa lokasi yang pastinya mengakibatkan lonjakan pengunjung di beberapa ruas jalan di Gorontalo.
“Sehingga tentu kenderaan besar akan diarahkan ke tempat lain, dan kebiasaan kita mendekati lebaran seperti berbelanja, jadi masyarakat juga sudah banyak keluar rumah, di sisi lain aktifitas kebutuhan meningkat maka itu yang membuat Kota Gorontalo menjadi macet,” jelasnya.
“Setelah lebaran justru titik rawan macet itu di Kabupaten Gorontalo seperti Yosonegoro, Isimu, dan Batudaa.” tandasnya. (Jefry_Potabuga)














