Aparat Diminta Tegas agar Warga Disiplin, Aleg Dekab : Jangan Sampai Ada Cluster Baru Warnai PSBB Jilid 3

Dailypost.id
Sahmid Hemu/ Istimewa

LIMBOTO DAILY– Kasus positif Covid-19 di Gorontalo masih terus meningkat. Hingga akhir masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II tercatat ada 94 kasus pasien Positif Covid-19 di Gorontalo, Minggu (31/05/2020).

Pemerintah Provinsi setempat pun memutuskan untuk memperpanjang (PSBB) selama 14 hari kedepan atau sampai 14 Juni 2020.

Terkait hal itu, menurut Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Sahmid Hemu, meski penerapan PSBB diperpanjang, akan tetapi tidak efektif jika masyarakat belum memiliki kesadaran mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut Aleg Fraksi PDIP itu, penerapan PSBB tahap pertama dan kedua ternyata masih jauh dari harapan. Pasalnya, kasus positif virus corona di Gorontalo masih terus meningkat.

Oleh karena itu, menurut Sahmid, perlu ada ketegasan pemerintah dan aparat dalam penegakan peraturan.

“Ini terjadi memang karena sebuah proses alamiah, tapi paling tidak kita sebagai manusia untuk menghindari apa yang terjadi saat ini adalah meningkatkan kedisiplinan dari pada warga masyarakat. Karena PSBB ketiga ini kalau tidak dibarengi dengan peningkatan kedisiplinan dan ketegasan aparat, yaa tentu akan terus naik juga,” kata Sahmid kepada awak media Dailypost.id, Minggu (31/05/2020).

Baca Juga:   Diskusi Daring UG & Bawaslu : Membedah Pilkada di Masa Pandemi Covid-19

Ia menilai banyaknya aktivitas masyarakat di luar rumah akibat belum adanya kesadaran bersama untuk memutus rantai penularan Covid-19. Berbagai pihak, termasuk penegak hukum, harus terus menerus  mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat.

“Kalau melihat kondisi saat ini masih banyak yang lalu lalang di jalan tidak pakai masker. Maka dari itu kesadaran masyarakat dan ketegasan aparat harus berjalan beriringan,” imbuhnya.

Sahmid juga meminta aparat keamanan menindak warga yang masih keluyuran atau kerumunan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Kalau saya pantau masih banyak yang berkerumun, paling banyak itu kalangan anak muda, ini juga kan menyalahkan protokol kesehatan karena paling penting itu kan jaga jarak, pakai masker,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo itu.

Baca Juga:   Wow! Ini Besaran Biaya yang Dikeluarkan Negara untuk Tanggulangi 1 Orang Pasien Corona

“Apalagi nama-nama yang dirilis tadi saya lihat dominan banyak yang generasi muda, ini juga faktor yang menguatkan kita bahwa ternyata tingkat kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan masih kurang,” sambungnya.

Oleh karena itu, tutur Sahmid, aparat harus bertindak tegas terhadap mereka yang masih membuat kerumunan orang.

“Saya berharap dalam masa PSBB 3 ini perlu adanya peningkatan kesadaran warga, dimana pemerintah dan aparat terus menggalakkan, menyampaikan, menegakkan, termasuk melakukan sosialisasi terus menerus. Intinya aparat penegak hukum harus bertindak tegas jika ada masyarakat yang tidak memutuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Baca Juga:   Ujian Seminar Hasil, Fakultas Pertanian UG Gunakan Metode Daring

“Jangan sampai akan ada cluster-cluster baru yang akan mewarnai PSBB jilid 3,” pungkasnya.(Daily01)

Pewarta : Tuty

#DailypostID #DPRDkabGorontalo #SahmiHemu #PSBBjili3

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia