Enrekang – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Enrekang dalam kondisi aman dan terjaga, menyusul antrean kendaraan yang sempat mengular hingga sekitar 1 kilometer di SPBU Massemba, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran, Senin (30/03/2026).
Antrean tersebut terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode arus balik Idulfitri 1447 H, khususnya kendaraan dari wilayah Toraja yang melintas menuju Enrekang hingga Makassar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa lonjakan antrean dipicu oleh meningkatnya kebutuhan BBM di titik dengan trafik kendaraan tinggi.
“Peningkatan volume kendaraan dari arus balik, termasuk pergerakan masyarakat dari Toraja yang melintasi jalur Enrekang, berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU. Kondisi ini mendorong antrean lebih panjang dari biasanya,” jelas Lilik.
Meski demikian, ia menegaskan distribusi energi tetap berjalan normal dengan pengawasan intensif serta koordinasi lintas sektor guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
“Pertamina bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU terus memperkuat pengaturan di lapangan, termasuk penempatan marshall SPBU untuk membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, memastikan bahwa stok BBM di wilayah Enrekang secara umum dalam kondisi mencukupi dan terus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Penyaluran BBM berjalan normal dan kami memastikan pasokan tetap tersedia. Dinamika antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan selama arus balik. Kami juga telah mengoptimalkan suplai serta mempercepat distribusi ke SPBU,” terang Ridho.
Pertamina turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Pola konsumsi yang wajar akan membantu menjaga distribusi tetap merata dan menghindari kepadatan yang tidak perlu di SPBU.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pengisian BBM di lembaga penyalur resmi guna mendapatkan produk dengan kualitas terjamin dan harga sesuai ketentuan. Apabila menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, masyarakat dapat segera melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) di nomor 135.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memperkuat monitoring, memastikan distribusi berjalan optimal, serta mengambil langkah cepat di lapangan guna menjaga akses energi bagi masyarakat tetap lancar dan terkendali.















