Kota Gorontalo– Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, menghadiri acara tasyakuran khatam Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Magfirah. Kegiatan yang berlangsung di aula TPQ ini juga dihadiri oleh para santri, orang tua, tokoh masyarakat, dan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Gorontalo.
Dalam sambutannya, Ismail menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi pengurus, pengajar, dan santri TPQ Al-Magfirah. Ia menyoroti pentingnya pembelajaran Al-Qur’an bagi semua kalangan, tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
“Saya sangat mengapresiasi TPQ Al-Magfirah karena setiap tahun mampu melahirkan generasi yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an. Hebatnya, ini adalah angkatan ke-16 dan melibatkan banyak orang dewasa, bukan hanya anak-anak. Ini luar biasa,” ujar Ismail.
Ismail juga mengungkapkan rasa syukurnya atas semangat masyarakat Kota Gorontalo dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Ia percaya bahwa upaya ini akan membawa berkah bagi kota dan masyarakatnya.
“Saya bersyukur masyarakat kita begitu semangat belajar Al-Qur’an. Ini adalah sebuah keberkahan yang akan mendatangkan rahmat, hidayah, dan nikmat dari Allah SWT. Dengan ini, saya yakin Kota Gorontalo akan semakin maju, masyarakatnya sejahtera, aman, dan damai,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga mendorong masyarakat untuk mengambil inspirasi dari TPQ Al-Magfirah, yang mampu menciptakan lingkungan pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif dan bermanfaat bagi semua kalangan.
“Komunitas seperti ini sangat membanggakan. Bahkan, masyarakat dari luar kota juga datang untuk belajar di sini. Saya berharap TPQ Al-Magfirah terus berkembang dan menarik lebih banyak masyarakat untuk ikut mengaji. Dengan lokasi yang semakin representatif, semoga semakin banyak orang yang tertarik belajar Al-Qur’an di sini,” ujar Ismail.
Acara ditutup dengan penyerahan ijazah khatam Al-Qur’an oleh Pj Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, kepada para santri TPQ Al-Magfirah. Momen ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi para santri dalam menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an dan memotivasi masyarakat untuk terus memperdalam pemahaman mereka terhadap kitab suci.
(d10)















