Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menapaki era baru dalam pengelolaan transportasi publik. Melalui Dinas Perhubungan, provinsi ini resmi meluncurkan SAHABAT ON-SIGHT, sebuah aplikasi digital yang dirancang untuk mempercepat proses verifikasi dan penertiban izin operasional kendaraan angkutan umum.
Langkah ini merupakan jawaban atas kondisi kritis yang dihadapi sektor transportasi Gorontalo. Berdasarkan data tahun 2024, 60 persen Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) masih beroperasi tanpa izin resmi. Ketidaktertiban ini tidak hanya menciptakan ketimpangan pelayanan publik, tetapi juga memperbesar risiko keselamatan bagi masyarakat pengguna.
“SAHABAT ON-SIGHT hadir karena adanya kebutuhan akan efisiensi dan kecepatan. Inovasi ini didasari oleh visi untuk menciptakan transformasi digital pelayanan publik,” jelas Abdul Karim A. Rauf, Kabid Angkutan Jalan Dishub Provinsi Gorontalo.
Sebelumnya, proses perizinan dianggap berbelit, tidak transparan, dan menyita waktu operasional pengusaha angkutan. Hal ini membuat banyak pemilik kendaraan enggan mengurus izin karena takut kehilangan pendapatan harian.
SAHABAT ON-SIGHT (SAtu HAri Beres Angkutan Tertib kONfirmasi verifikaSI lanGsung Hasil cepaT) mengubah pola lama tersebut. Dengan fitur verifikasi langsung di lapangan, petugas kini bisa memastikan status izin kendaraan secara real-time, tanpa harus melalui proses administrasi yang panjang.
“Dengan fitur aksesibilitas kapan saja dan di mana saja, SAHABAT mampu meningkatkan efisiensi serta transparansi,” tambah Karim.
Digitalisasi transportasi Gorontalo tidak berhenti di situ. Sebelumnnya, Dishub menggelar penertiban lanjutan di Terminal Limboto, sekaligus melakukan uji coba aplikasi NALDO (traNsformAsi Layanan Data Operasional). Aplikasi ini memantau aktivitas kendaraan di terminal, termasuk pendataan masuk-keluar secara digital dan validasi izin operasional.
NALDO rencananya akan menjadi bagian dari ekosistem SAHABAT ON-SIGHT, yang berarti integrasi data akan lebih kuat dan responsif.
Upaya ini sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo untuk mewujudkan sistem transportasi yang handal, tertib, dan berkeselamatan sebagai penunjang pembangunan daerah.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita menciptakan transportasi Gorontalo yang handal sehingga bisa mewujudkan visi misi Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur Gorontalo yang ingin menjadikan Gorontalo yang maju dan sejahtera,” pungkas Karim Rauf.
Dengan inovasi teknologi ini, Dishub Gorontalo tidak hanya menertibkan kendaraan, tetapi juga mentransformasi cara pemerintah melayani masyarakat. Transportasi yang legal, aman, dan berbasis data kini bukan lagi mimpi—tetapi mulai menjadi kenyataan di Gorontalo.















