Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menghadiri sekaligus memfasilitasi kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Akbar Paguyuban Pasundan yang berlangsung hangat dan meriah di halaman Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Selasa malam (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, Kajati Gorontalo Riyono, perwakilan Danrem 133/Nani Wartabone, Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke Poerbaya, pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta masyarakat Pasundan yang berdomisili di Gorontalo.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Idah mengungkapkan bahwa kegiatan ini berawal dari inisiatif Kapolda Gorontalo yang ingin menghadirkan momentum kebersamaan bagi warga Pasundan di perantauan. Gagasan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia dan koordinasi bersama para tokoh hingga acara dapat terselenggara dengan baik.
“Bersama Bapak Kapolda, kami memiliki latar belakang yang sama, yakni berdarah Sunda. Dari situ muncul gagasan untuk menggelar halal bihalal warga Pasundan. Alhamdulillah, melalui koordinasi yang baik, kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar,” ujar Idah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya pelaku UMKM Pasundan yang turut memeriahkan acara melalui sajian kuliner khas Sunda. Beragam hidangan seperti ubi Cilembu, sate maranggi, somay, bandros, sorabi, cireng, hingga jengkol disajikan sebagai simbol kebersamaan. Sejumlah rumah makan khas Sunda seperti Cirebon Kuring dan Kang Mirza juga turut ambil bagian.
Menurut Idah, keberhasilan acara ini tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat Pasundan di Gorontalo, termasuk peran ibu-ibu yang membawa makanan untuk dinikmati bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan budaya Sunda. Dengan latar belakang keluarga Jawa dan Sunda, dirinya merasa memiliki tanggung jawab dalam membina kedua paguyuban tersebut di Gorontalo.
“Bapak saya Jawa dan ibu saya Sunda. Kedekatan ini menjadi jembatan untuk menyatukan serta membina warga Jawa dan Pasundan di Gorontalo,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Wagub juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar komunitas, khususnya masyarakat perantau. Ia berharap hubungan yang harmonis ini dapat memberikan dampak positif, termasuk bagi warga Gorontalo yang berada di daerah lain.
“Silaturahmi seperti ini harus terus dijaga. Harapannya, masyarakat Gorontalo di perantauan juga mendapatkan perhatian dan perlakuan yang baik dari pemerintah daerah setempat,” pungkasnya.
Acara semakin semarak dengan berbagai hiburan, mulai dari penampilan lagu-lagu khas Sunda, sinden, paduan suara, hingga tarian jaipong. Seluruh masyarakat yang hadir juga menikmati hidangan gratis yang telah disediakan, menambah kehangatan suasana kebersamaan.














