Gedor Istana Merdeka, Massa AP3BMR Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Bolmong Raya

Biro Kotamobagu
Aliansi Percepatan Pembentukan Pemekaran Provinsi Bolmong Raya (AP3BMR) resmi memboyong tuntutan mereka ke depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

DAILYPOST.ID ,JAKARTA – Arus desakan pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR) kini mencapai puncaknya di jantung ibu kota. Setelah sebelumnya menggelar gelombang aksi di perbatasan Kabupaten Bolmong dan Kota Kotamobagu, massa yang tergabung dalam Aliansi Percepatan Pembentukan Pemekaran Provinsi Bolmong Raya (AP3BMR) resmi memboyong tuntutan mereka ke depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Puluhan aktivis dan mahasiswa ini berdiri tegak di bawah terik matahari Jakarta demi menyuarakan satu aspirasi mutlak: Cabut Moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) dan sahkan Provinsi BMR.

Dalam orasi yang membakar semangat, Koordinator Lapangan Parindo Potabuga menegaskan bahwa penantian selama 20 tahun adalah batas kesabaran masyarakat BMR. Ia menekankan bahwa gerakan ini murni lahir dari kebutuhan akar rumput, bukan agenda politik praktis.

“Dua dekade adalah waktu yang sangat panjang bagi kami. Kami hadir di sini bukan untuk kepentingan elit, melainkan demi kesejahteraan seluruh masyarakat BMR. Kami mendesak pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk segera mencabut moratorium!” tegas Parindo.

Aksi ini membawa misi spesifik yang dialamatkan langsung kepada pemerintah pusat:

1. Pengesahan Regulasi: Mendesak Presiden RI melalui Kemendagri untuk segera mengesahkan RPP tentang Desain Besar Penataan Daerah (Desertada) dan RPP Penataan Daerah (Detada).

2. Moratorium Parsial: Menuntut pencabutan moratorium secara terbatas dan bertahap bagi daerah yang dinilai layak dan memiliki urgensi tinggi seperti PBMR.

Riskal Mehi, mantan Ketua KPMIBS yang juga bertindak sebagai koordinator aksi, menyoroti kendala geografis dan birokrasi yang selama ini menghambat lima kabupaten/kota di wilayah BMR. Menurutnya, jarak koordinasi antara pusat dan daerah yang terlalu jauh telah menjadi “rem” bagi akselerasi pembangunan.

“Jangan pernah menyediakan kuburan bagi kebenaran, karena kebenaran tidak akan pernah mati! Kami mendesak Presiden Prabowo segera memerintahkan pencabutan moratorium,” teriak Riskal di tengah massa aksi.

Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung kondusif. Massa menunjukkan sikap tertib dengan hanya menggunakan satu lajur jalan, sehingga arus lalu lintas di depan Istana tetap mengalir lancar di bawah pengawalan ketat personel kepolisian.

Perjuangan AP3BMR dipastikan tidak berhenti di depan gerbang Istana. Parindo Potabuga menyatakan bahwa pihaknya telah menjadwalkan rangkaian dialog dan aksi damai lanjutan dengan sasaran strategis berikutnya, yakni Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Mabes Polri.

(*/Man)

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia