, Gorontalo- Dalam rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu, terungkap bahwa Gorontalo berada di peringkat ke 3 Nasional atas Realisasi Pendapatan Asli Daerah dari Tahun 2020 ke tahun 2021, khusus kategori Provinsi.
Namun sayang, terungkap pula bahwa Provinsi Gorontalo juga termasuk dalam kategori daerah termiskin ke-6 di Indonesia.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Yuriko Kamaru menilai hal ini disebabkan oleh Gini Ratio kesenjangan sosial yang terjadi di Provinsi Gorontalo.
“Menurut saya, Gini Ratio sangat tinggi. Gini Ratio itu artinya adalah angka kesenjangan kita, sehingga APBD Pemerintah Provinsi Gorontalo adalah kita fokuskan kepada kelompok – kelompok tertentu yang memang harus kita pacu peningkatan dari pada kualitas Ekonomi mereka,” ucapnya.
Sementara itu Yuriko menambahkan, untuk merubah tatanan masyarakat yang lebih sejahtera, perlu dipacu produktivitas ekonomi rakyat.
“Bahwa yang kita perlu wujudkan ini sesungguhnya memacu produktivitas rakyat ini yang paling utama,” tutur Yuriko.
Melihat situasi daerah saat ini, Politisi Partai Nasdem itu akan terus mendorong Pemerintah Provinsi agar lebih giat lagi bekerja demi kepentingan dan kemaslahatan Rakyat Gorontalo.
“Artinya apa? Ketika produktivitas rakyat tidak ada maka yakin dan percaya cita-cita kita untuk mewujudkan rakyat itu menjadi mandiri tidak akan tercapai, maka kami pihak DPRD Provinsi Gorontalo akan mendorong hal ini.” tutupnya. (Adv/RizkyBudji)















