- Mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon kembali menjadi sorotan setelah Israel tengah berperang, menyusul serangan milisi Hamas Palestina pada 7 Oktober lalu.
Ariel Sharon, mantan perdana menteri Israel yang terkenal karena peran kontroversialnya dalam konflik Israel-Palestina, memiliki akhir kisah hidup yang penuh memilukan. Meskipun telah berlalu delapan tahun sejak ia terbaring dalam keadaan koma, namanya tak pernah pudar dari ingatan banyak orang.
Ariel Sharon, yang juga dikenal sebagai Ariel Scheinermann, dilahirkan di Palestina pada 27 Februari 1928. Ia tumbuh dalam keluarga yang mendukung gerakan Zionisme, sebuah gerakan yang menentang pendudukan Zionis atas tanah Palestina.
Ariel Sharon kemudian menjadi perdana menteri Israel pada tahun 2001. Namun, seiring berjalannya waktu, Ariel Sharon mengalami serangkaian masalah kesehatan yang memengaruhi hidupnya secara signifikan.
Pada tahun 2006, Ariel Sharon menderita stroke yang parah. Stroke ini menyebabkan kerusakan otak dan membawanya ke ambang kematian. Ia dirawat di berbagai rumah sakit, dengan biaya perawatan mencapai miliaran dolar.
Dalam delapan tahun berikutnya, Ariel Sharon hidup dalam keadaan koma yang dalam, hanya bertahan berkat dukungan mesin pernapasan. Pada usia 85 tahun, tubuhnya yang sebenarnya telah membusuk karena infeksi, masih terus bertahan.
Pada 11 Januari 2014, Ariel Sharon meninggal dunia setelah delapan tahun hidup dalam keadaan koma yang penuh penderitaan. Namun, sebelum kematian tragisnya, Ariel Sharon pernah mengalami mimpi yang mengganggunya, di mana ia digambarkan ditangkap dan disiksa oleh penduduk Gaza yang dendam padanya karena tindakan-tindakannya yang kontroversial.
Ariel Sharon adalah sosok yang kontroversial dalam sejarah Israel. Ia adalah seorang jenderal yang terlibat dalam serangkaian konflik bersenjata dan sering dikritik karena tindakannya yang dianggap kejam terhadap rakyat Palestina.














