Dailypost Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi melepas 71 pejabat pengawas dan administrator peserta Studi Lapangan (Stulap) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026. Pelepasan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Minggu (30/8/2026).
Dalam arahannya, Gubernur Gusnar Ismail menitipkan dua misi utama yang wajib dipelajari dan dibawa pulang oleh para peserta dari Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Dua fokus utama tersebut adalah strategi pengelolaan event kelas dunia serta akselerasi penerapan digitalisasi birokrasi.
“Anda semua sudah berada di tingkatan perancang dan pemberi solusi, Jadi lihat saja bagaimana itu (TIFF) bisa mendunia, Itu saja yang bawa ke sini dan paparkan ke kita semua,” tegas Gusnar di hadapan para peserta.
Terkait digitalisasi, Gusnar mendorong alumni PKA Angkatan I untuk melahirkan inovasi berbasis teknologi digital yang praktis.
Meski Portal Satu Data dan berbagai aplikasi penunjang di Gorontalo sudah berjalan baik, regulasi dan implementasi nyata di lapangan harus terus ditingkatkan.
Gusnar meminta peserta untuk fokus mempelajari teori dan konsep dasar pengembangan program lokal di Tomohon.
Selain membedah regulasi atau payung hukum yang mendukung keberhasilan program tersebut, para peserta juga diwajibkan menyusun rencana implementasi yang matang agar sistem serupa dapat diadopsi dengan sukses di Gorontalo.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo, Budi, menjelaskan alasan kuat di balik pemilihan Kota Tomohon sebagai lokus studi lapangan kali ini. Pemerintah Provinsi Gorontalo ingin membedah rahasia sukses Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang dinilai berhasil bertransformasi dari acara lokal kecil hingga menjadi magnet pariwisata internasional.
“Kita punya Gorontalo Karnaval Karawo dan Gorontalo Half Marathon.
Melalui studi lapangan ini, kita ingin mempelajari bagaimana Kota Tomohon memanage event mereka yang dulu berskala kecil sekarang sudah berskala internasional,” ujar Budi.
Agenda studi lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, mulai dari 30 Agustus hingga 5 September 2026.
Melalui kegiatan ini, para aparatur sipil negara (ASN) diharapkan mampu membawa pulang formula segar untuk mendongkrak kualitas pariwisata dan pelayanan publik digital di Provinsi Gorontalo.














