Gorontalo- Ketersediaan pupuk bagi petani merupakan prioritas utama Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo. Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, khususnya petani di Gorontalo, Komisi II terus berupaya memastikan para petani mendapatkan hak mereka untuk menunjang aktivitas bertani.
Pada Rabu (22/05/2024), Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan ke pengecer pupuk bersubsidi di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk di wilayah tersebut.
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Wasito Sumawiyono, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan petani Gorontalo terpenuhi.
“Kelancaran distribusi berarti kebutuhan petani harus tersedia di pengecer dan didukung langsung oleh distributor dengan jumlah pupuk yang cukup,” ujar Wasito.
Selain itu, Komisi II ingin memastikan bahwa pengecer menerapkan sistem alokasi pupuk ke petani menggunakan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Setiap 1 hektar lahan pertanian akan mendapatkan alokasi setidaknya 6 sak pupuk,” tambah politisi Partai Golkar tersebut.
Wasito juga menyampaikan bahwa sistem alokasi pupuk RDKK akan mulai diterapkan oleh pengecer mulai Juni mendatang. Sebelum penerapan, akan dilakukan sosialisasi untuk memastikan petani memahami sistem ini.
Komisi II berharap kerja sama yang maksimal dari distributor dalam menyediakan pupuk kepada pengecer. Dengan demikian, proses alokasi pupuk kepada petani dapat terlaksana dengan baik dan efektif.
Dengan langkah ini, diharapkan distribusi pupuk bersubsidi di Provinsi Gorontalo dapat berjalan lancar, sehingga petani dapat terus meningkatkan produktivitas mereka tanpa kendala.
Penulis: Rifaldi














