, Palu- Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo, Ismail Pakaya, melakukan kunjungan ke asrama mahasiswa Gorontalo yang terletak di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Jumat (27/10/2023). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi asrama yang saat ini dihuni oleh 17 mahasiswa dan memiliki 14 kamar.
Ismail Pakaya, yang sebelumnya pernah menjadi ASN di Sulawesi Tengah, mengungkapkan bahwa ini adalah kunjungan pertamanya ke asrama ini. Setelah melihat kondisi asrama, ia menilai bahwa asrama ini adalah salah satu yang terbesar dan pemeliharaannya lebih baik dibandingkan dengan asrama Gorontalo lainnya. Meskipun begitu, ia juga menyoroti beberapa bagian yang membutuhkan perbaikan, seperti dinding yang sudah usang, jendela yang retak, pagar depan yang rusak, dan fasilitas mencuci pakaian.
“Pertimbangan saya adalah asrama ini masih dalam kondisi baik dibandingkan dengan asrama lain, tetapi perlu beberapa pembenahan dari pemerintah karena usianya yang sudah tua. Kami berusaha untuk memperbaikinya pada tahun depan melalui APBD induk 2024 sehingga asrama ini layak huni bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah,” kata Ismail saat kunjungan.
Selain itu, Staf Ahli Menaker RI Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik juga memberikan pesan kepada mahasiswa Sulteng yang tinggal di asrama ini, yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Gorontalo (HPMIG) Palu, agar memanfaatkan asrama ini sebagai tempat belajar, berkumpul, serta mengadakan kegiatan seperti seminar dan diskusi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antara warga Gorontalo yang tinggal di perantauan.
Rizki Mamahit, Ketua HPMIG Cabang Palu, menyambut kedatangan Penjabat Gubernur dengan gembira. Ia mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut dan berharap perbaikan segera dilakukan pada asrama ini, terutama terkait instalasi listrik.
Asrama mahasiswa Gorontalo di Palu terletak di Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang pernah mengalami gempa pada tahun 2018. Meskipun mengalami kerusakan, bangunan asrama ini tetap tegar berdiri hingga saat ini.
(*)















