Gorontalo- Layanan angkutan udara Perintis Gorontalo resmi menjadi kenyataan setelah penandatanganan kontrak antara Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Djalaluddin Gorontalo dan PT. Sam Air. Acara penandatanganan kontrak ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Gorontalo, Dr. H.M. Jamal Nganro, S.T.,M.Si, pada Kamis (01/02/2024).
Penandatanganan kontrak ini diadakan di Kantor Badan Layanan Umum (BLU) UPBU Djalaluddin Gorontalo dan diharapkan memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Provinsi Gorontalo yang ingin melakukan perjalanan dengan transportasi udara.
Dalam wawancara eksklusif dengan Dailypost.id di kantornya, Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo, Dr. H.M. Jamal Nganro, S.T.,M.Si, mengungkapkan bahwa terdapat 9 rute yang akan dilayani oleh pesawat dari PT. Sam Air. Rute tersebut mencakup destinasi seperti Manado, Bolaang Mongondow, Bandara Djalaludin, Pohuwato, dan Palu. Sebagai tambahan, beberapa rute juga akan melayani bagian Sulawesi Utara, termasuk Sitaro dan sekitarnya.
Penerbangan perdana layanan angkutan perintis ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Februari, setelah pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). “Insya Allah, penerbangan perdana akan diupayakan bulan Februari ini, memberikan kesempatan bagi PT. Sam Air untuk mempersiapkan seluruh kru dan kelengkapan lainnya,” ungkap Kadishub.
Rute penerbangan perdana akan dimulai dari Bandara Djalaludin menuju Pohuwato dan Palu, kemudian kembali dari Palu ke Pohuwato dan Bandara Djalaludin, dengan destinasi terakhir ke Manado.
Sementara itu, terkait tarif pesawat, Kadishub Jamal Nganro menyampaikan informasi yang telah disosialisasikan oleh Kepala Bandara (Kabandara) Gorontalo. Tarif dari Bandara Djalaludin ke Pohuwato sebesar Rp 244,730, termasuk Airport Tax. Adapun tarif dari Pohuwato ke Bandara Djalaludin lebih rendah, yaitu Rp 205,370. Perbedaan tarif ini disebabkan oleh perbedaan kelas Bandara dan Airport Tax yang berlaku di masing-masing destinasi.
Kehadiran layanan angkutan perintis udara ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan memfasilitasi mobilitas masyarakat Gorontalo, serta mendukung potensi ekonomi di wilayah tersebut.
(Riski Kakilo)














