GORONTALO – Siapa sangka, hanya dalam waktu satu jam lobi politik, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail berhasil “mendaratkan” bantuan alat pertanian canggih senilai Rp30 miliar ke daerahnya. Bantuan ini bukan sekadar simbol, tapi menjadi langkah awal revolusi pertanian modern di Gorontalo.
Sebanyak 58 unit traktor roda empat dan dua combine harvester kini telah tiba dan siap digunakan petani Gorontalo. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian Tahun 2025 ini adalah hasil diplomasi cepat dan tepat Gubernur Gusnar saat beraudiensi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, pada 26 Mei lalu di Jakarta.
“Saya paparkan kondisi petani kita, dan dalam satu jam, alhamdulillah langsung disetujui bantuan traktor dan alat panen ini. Ini bukti kerja cepat dan konkret,” ujar Gubernur Gusnar saat meninjau langsung alat pertanian tersebut di Kantor Brigade Alsintan, Kecamatan Isimu, Selasa (17/6/2025).
Menurut Gusnar, hadirnya bantuan alsintan ini menjadi titik balik pembangunan pertanian Gorontalo yang selama ini masih bergantung pada alat tradisional. Ia menyebut bahwa sektor pertanian kini akan meninggalkan cara lama dan bergerak ke arah pertanian presisi dan efisien.
“Ini bukan sekadar bantuan alat, ini adalah investasi untuk masa depan petani Gorontalo. Mari kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kita,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan pertanian di Gorontalo melalui Kementerian Pertanian.
Tak hanya meninjau lokasi penyimpanan alsintan di Brigade Alsintan, Gubernur Gusnar juga langsung menuju Pelabuhan Kota Gorontalo untuk menyaksikan proses pembongkaran bantuan. Dengan langkah ini, ia ingin memastikan bahwa semua bantuan segera didistribusikan dan tidak “ngendap” di gudang.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi D. Mario, dan Staf Khusus Bidang Agro Maritim, Ishak Ntoma. Mereka berkomitmen untuk segera menyusun mekanisme pendistribusian yang transparan dan tepat sasaran.
Bantuan traktor dan combine harvester ini diprediksi akan mempercepat pengolahan lahan dan proses panen, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat produktivitas tinggi. Petani tak perlu lagi antre menyewa alat atau mengolah tanah secara manual yang menguras tenaga dan waktu.














