, Gorontalo – Ketua Dewan Penasehat Presidium Nasional (The Presnas) Center Nelson Pomalingo mengungkapkan, sejumlah tokoh perwakilan wilayah yang ingin memekarkan diri bakal menghadiri agenda Silaturahmi Nasional (Silatnas) III yang akan dihelat pada 26 Juni 2021 mendatang.
Nelson membeberkan, selain menjadi momen refleksi 20 tahun pembangunan Provinsi Gorontalo, Silatnas juga sangat penting bagi para tokoh Gorontalo dalam menata Provinsi Gorontalo di masa mendatang.
Bahkan kata Nelson, pada Silatnas III nanti, akan ada pembahasan mengenai kondisi daerah yang sudah ada maupun daerah pemekaran.
Mampukah Silatnas III Perjuangkan Pemekaran Daerah Baru di Gorontalo?
Menjawab pertanyaan ini, Nelson menegaskan bahwa semua itu butuh proses dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Dan baginya, tidak ada kata Tak Mampu jika semuanya belum dicoba dan dilakukan dengan komitmen bersama.
“Pada prinsipnya kita di daerah harus saling koordinasi dan memberikan informasi agar para tokoh-tokoh di tingkat nasional juga akan berjuang bersama. Jadi, bukan sekadar berjuang tetapi kita harus bersama juga,” kata Nelson dalam acara Pra Silatnas III yang berlansgung di rumah pribadinya, Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Sabtu (29/5/2021).
Baca Juga: Junjung Kepentingan Rakyat, Wabup Hendra Ajak Kades dan Camat Berkolaborasi
Menurut Nelson, Pra Silatnas adalah ajang tukar menukar informasi sekaligus merumuskan hal-hal yang akan dibawa dalam Silatnas III nanti.
“Mumpung masih ada kesempatan menjelang pelaksanaan silatnas, kita saat ini harus merumuskan apa yang akan diperjuangkan di silatnas nanti,” cetusnya.
Pra Silatnas III Lahirkan 7 Pokok Pikiran
Diungkapkan Nelson, dalam pra Silatnas melahirkan tujuh pokok pikiran. Yang mana, tujuh pokok pikiran tersebut akan menjadi dasar pembahasan pada pelaksanaan Silatnas nanti.
“Tujuh pikiran tersebut yakni, pertama Silatnas III adalah menakar 20 tahun Gorontalo Lahir dan Menatap Gorontalo Emas 2045 Tahun nanti. Ke dua, mendapatkan informasi perjuangan lahirnya Kabupaten dan Provinsi Gorontalo. Ketiga, melaksanakan napak tilas, pameran foto, buku cetakan sejarah perjuangan pembentukan Kabupaten sebagai spirit membangun daerah,” beber Nelson.
Lanjut Nelson, Keempat, data perjalanan dalam perjuangan adalah bagian rencana strategi yang menjadi grand/road map bagi para calon pemimpin ke depan. Kelima, pembangunan monumen perjuangan rakyat Gorontalo dua tahun sudah teragendakan. Kemudian ke Enam, Bonus demografi bagi tokoh Gorontalo yakni 3 di kementerian dan 2 Lembaga Legislatif, 1 DPR serta 1 MPR . Terkahir , tiga tahun ke depan menuju 2024 seluruh tokoh memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin di Gorontalo dan Indonesia.
Baca Juga: 85 Rumah Deret Nelayan Limboto Tergenang Air, BPBD Tidak Menerima Laporan
“Jadi, ke tujuh poin penting ini akan menjadi dasar pembahasan bermasa dengan tokoh pembentukan provinsi Gorontalo serta tokoh pembentukan kabupaten/kita di Provinsi Gorontalo,” terang Nelson.
Lanjut Nelson, pada intinya Silatnas ini terkait pemekaran daerah. Baik itu yang sudah jadi maupun belum terbentuk.
“Kami berharap, Provinsi Gorontalo terbentuk daerah baru. Yakni, Panipi Raya, Bone Pesisir, Gorontalo Barat, Boliyohuto serta Kota Telaga,” tandas Nelson.
Tokoh dan Daerah Pemekaran
Tokoh dan daerah yang nantinya akan melakukan pemekaran adalah Sun Biki dari Kabupaten Boliyohuto, Weni Liputo dari Kota Telaga, Ridwan Tohopi dari Kabupaten Bone Pesisir, Yakop Mohamad dari Kabupaten Panipi, Jusdin Mohamad dari Kabupaten Bone Bolango, Nizam Dai dari Kabupaten Boalemo, Runi Ismail dari Kabupaten Gorontalo Barat, dan Molly Ahmad dari Kabupaten Gorontalo Utara. (daily02)
Baca Juga: Dirjen Bina Pemdes Kemendagri puji Kesuksesan Pilkades di Kabupaten Gorontalo














