, Gorontalo- Menanamkan Pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini sangat penting dilakukan agar kelak anak-anak tidak akan mengalami kekosongan intelektual, keresahan diri dan kehilangan teladan dalam hidup, yang nantinya berujung menjadi penyakit di masyarakat.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Gorontalo Marten Taha saat menghadiri secara virtual pelaksanaan Khatam Raya Santri Tingkat Kota Gorontalo angkatan 31 Tahun 2022, Selasa (29/03/2022).
“Tapi sebenarnya hal itu tidak akan menjadi masalah apabila berbagai komponen masyarakat bersedia dan mampu memberikan solusi jalan keluarnya. Salah satunya dengan menanamkan pendidikan Al-Qur’an di usia dini seperti yang dilakukan anak-anak peserta Khatam Raya Santri hari ini,” tutur Wali Kota.
Wali Kota meyakini bahwa pendidikan Al-Quran sangat berperan penting dalam memperkokoh ketahanan rohani generasi bangsa. Sebab jika pendidikan Al-Quran terus dikembangkan, maka nilai-nilai Al-Quran akan mampu membentengi anak-anak muda di zaman yang serba canggih ini.
“Oleh karena itu dalam memahami ajaran Al-Quran secara sempurna, sangat di perlukan pembelajaran dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan konsisten,” ucap Marten.
Wali Kota pun berharap kepada seluruh peserta Khatam Raya Santri agar dapat memiliki perilaku sesuai akhlak Al-Quran, dan menjadi contoh bagi anak-anak lain yang belum mengikuti metode pembelajaran iqra di Taman Pengajian Al-Quran.
“Tentu semua yang kita harapkan agar generasi muda sekarang bisa berpedoman pada tingkah laku yang sesuai ajaran Al-Quran, maka hal ini sangat dituntut peran dari seorang guru santri yang merupakan tokoh penggerak dalam kegiatan belajar mengajar baca tulis Al-Quran di setiap TPA atau TPO,” ujar Marten.
Wali Kota juga berpesan kepada guru para santri agar dapat mengajarkan anak-anak dengan baik, kreatif dan inovatif sehingga anak-anak mampu memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran.
“Sehingga akhirnya anak-anak bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-sehari,” tandas Wali Kota.
Kegiatan Khatam Raya Santri itu diikuti sebanyak 1726 peserta secara serentak melalui Hybrid. (Daily/vt)














