Ngakak! Di Gorontalo, Main Gunting Batu Kertas yang Kalah Pangkas Rambut

Dailypost.id

DAILYPOST.ID , Gorontalo – Aksi “konyol” namun menghibur dipertontonkan dua pemuda Gorontalo melalui video Youtube Kifly Taluhumala, yang diunggah pada 15 Februari 2021.

Diawasi oleh satu orang “wasit”, terlihat dua pemuda tanpa mengenakan kaos ini memainkan “Game Legendaris” yakni, Gunting Batu Kertas. Menariknya, pada video berdurasi 10:44 menit itu, siapa yang kalah dalam mendapat ganjaran pangkas/cukur rambut.

Jadi torang skarang mo ( kita sekarang akan) bermain batu gunting kertas. Fighter sudut biru siap? Fighter (sudut merah) siap? Oke, sudahhh tau aturannya kan? Jadi yang kalah mau digunting ya?” kata wasit, yang diketahui merupakan pemilik Channel Youtube Kifly Taluhumala.

Baca Juga:   5 Tips for Balancing A Career and Caregiving

Dari video tersebut, kedua pemuda yang menjadi “Fighter” adu Gunting masing-masing berasal dari Sulawesi Tengah.

“Fighter yang satu ini dari mana?” tanya wasit.

“Dari Sulteng,” jawab Fighter sudut merah.

“Kalau yang satunya lagi?” tanya wasit lagi.

“Dari Buol,” jawab Fighter sudut merah.

“Berarti Sulteng dua-dua bakudapa (ketemu),” kata Wasit menambah keseruan awal permainan.

Hingga berita ini dilansir, tim Dailypost.id belum berhasil menghubungi pengunggah video tentang lokasi permainan dan nama kedua “Fighter” tersebut. Namun, berdasarkan Tag Lokasi, videonya direkam di Daerah Gorontalo. (daily02)

Baca Juga:   Lewat Aplikasi Zoom, Dekan Fakultas Teknik UG Lakukan Diskusi Ringan Bersama HATHI

Penasaran dengan aksi mereka, simak video berikut:

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini
Baca Juga:   Bupati Sergai dan Wabup Selalu Kompak dengan Forkopimda

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia