California – Nicole Shanahan, mantan istri pendiri Google, menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai salah satu kandidat calon wakil presiden Amerika Serikat oleh Robert F. Kennedy Jr., seorang kandidat presiden non-politikus, pada Selasa (26/3).
Dalam sebuah rapat umum di Oakland, California, Kennedy memperkenalkan Shanahan sebagai calon wakil presiden berikutnya, menggambarkannya sebagai seorang ilmuwan brilian, teknolog, dan ibu pejuang yang garang.
Shanahan akan mendampingi Kennedy dalam upaya memperoleh suara sebanyak mungkin dalam pemilihan presiden AS yang akan berlangsung pada November 2024 mendatang. Tugasnya termasuk memperluas dukungan untuk Kennedy dan membantu mengumpulkan dana untuk kampanye besar sang keponakan mantan Presiden AS John F. Kennedy.
Kennedy menyatakan bahwa pemilihannya terhadap Shanahan sebagian besar karena kesamaan nilai-nilai yang mereka miliki dalam bidang pertanian, perawatan kesehatan, Big Tech, serta kemampuan Shanahan untuk sejalan dengan visi kepemimpinan yang diinginkan oleh Kennedy.
“Saya ingin mitra yang merupakan administrator berbakat, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berpikiran terbuka, dan percaya diri untuk mengubah bahkan pendapat terkuatnya sendiri ketika menghadapi bukti yang bertentangan,” ungkap Kennedy dikutip dari CNN.
Tim kampanye Kennedy mengklaim telah berhasil mengumpulkan tanda tangan di 17 negara bagian dan memulai pengumpulan petisi di 19 negara bagian tambahan.
Sementara Shanahan, 38 tahun, adalah kandidat cawapres AS pertama yang diumumkan dalam pilpres kali ini. Selama ini, dia telah vokal terkait isu keamanan vaksinasi, meskipun sempat membuat pernyataan kontroversial mengenai obat-obatan dan hubungannya dengan peningkatan angka autisme pada anak-anak.
Pengumuman Shanahan sebagai kandidat cawapres AS menambah warna dalam dinamika politik AS menjelang pemilihan presiden yang semakin mendekat.














