Nyalahkan Tumbilotohe, Bupati Hamim: Muliakan Syariat Islam dalam Merayakan Tradisi Ini

Dailypost.id
Bupati Bone Bolango, Hamim Pou nyalakan lampu perdana malam tumbilotohe di Rudis Bandhayo. (Foto:Jefri/Dailypost)

DAILYPOST.ID , Bone Bolango – Umat Muslim di Gorontalo telah membuat takjub pemerintah Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) dengan tradisi unik yang disebut dengan malam tumbilotohe.

Seperti yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Gorontalo, pemasangan lampu botol dan modern yang berwarna-warni dan bermacam-macam model telah dilakukan oleh umat Muslim di provinsi ini tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Dalam momen setahun sekali ini, Pemkab Bone Bolango juga bergabung dalam merayakan tradisi itu dengan pemasangan lampu perdana pada tahun 1444 H/ 2023 M yang dilaksanakan di Rumah Dinas (Rudis) Bandhayo pada Selasa (18/04/2023).

Bupati Bonebol, Hamim Pou, mengungkapkan bahwa malam tumbilotohe yang diadakan untuk menyambut malam Lailatul Qadar, tidak boleh diabaikan dalam memperhatikan syariat Islam.

Baca Juga:   Masuk Nominasi 6 Besar Paritrana Award 2020, Bupati Hamim Paparkan Cakupan Kepesertaan Jamsostek di Bonebol

“Tradisi tumbilotohe harus terus dijaga dan dirayakan, karena ia memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Gorontalo. Kita harus selalu menghormati agama dan mengikuti syariat Islam dalam merayakan tradisi ini,” jelas Bupati Hamim.

Menurut Hamim, malam tumbilotohe yang sudah berusia ratusan tahun memiliki banyak makna penting, termasuk membayar zakat fitrah, dan harus terus dirayakan dalam menghormati agama dan tradisi Gorontalo.

Ia menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang mulia, di mana segala dosa diampuni oleh Allah SWT dan permohonan kita akan dikabulkan.

“Apapun bentuknya ini, mari kita ambil substansi bahwa malam Lailatul Qadar itu malam yang mulia, dimana Allah SWT akan mengampuni segala dosa kita dan dimana permohonan kita insya Allah dikabulkan,” jelasnya.

Baca Juga:   Rayakan 1 Tahun Kepemimpinan HPMU, Hamim Pou Resmikan Hotel Pertama di Bonebol

Walau harga minyak tanah pada saat malam tumbilotohe terhitung sangat mahal, dengan harga Rp35.000 per liter, Hamim meyakinkan bahwa tradisi ini tidak akan mati dimakan zaman.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membayar zakat fitrah dan memanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional Bonebol yang telah membawa manfaat bagi banyak orang.

“Saya ingatkan kembali, jangan lupa tetap membayar zakat fitrah sebelum khatib Idul Fitri turun dari mimbar maka zakat fitrah tersebut cepat ditunaikan,” imbaunya.

“Saya juga berharap, memanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional Bonebol, sudah sangat terasa manfaatnya karena zakat mal, infak dan sedekah anda, yang dikirimkan ke Baznas Bonebol itu telah disalurkan kembali dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat untuk banya orang.” Tandasnya. (Jefry_Potabuga)

 

Share:   
https://wa.wizard.id/003a1b
Baca Juga:   TTE Siap Sempurnakan Program PaperLess dan Cashless Bonebol
Rekomendasi Produk TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

FOLLOW US ON FACEBOOK
FOLLOW US ON INSTAGRAM
FOLLOW US ON TIKTOK
@dailypost.id
ekakraf multimedia